UIN Sunan Kalijaga Tembus Peringkat 7 Dunia Kajian Keagamaan

UIN Sunan Kalijaga Tembus Peringkat 7 Dunia Kajian Keagamaan

Ilustrasi kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang masuk peringkat 7 dunia bidang kajian keagamaan versi SCImago 2026.--Foto: IST

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mencatat capaian signifikan di tingkat global dengan menempati peringkat ke-7 dunia dalam bidang religious studies versi SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject. 

Posisi ini menempatkan kampus tersebut sebagai yang tertinggi di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Indonesia.

Capaian ini menjadi sorotan karena menunjukkan peningkatan daya saing perguruan tinggi keagamaan Indonesia di kancah internasional. Tidak hanya itu, empat PTKN Indonesia berhasil masuk dalam 25 besar dunia, menandakan adanya penguatan kolektif dalam bidang kajian keagamaan berbasis riset.

Pemeringkatan SCImago sendiri disusun berdasarkan tiga indikator utama, yakni kinerja riset sebesar 50 persen, inovasi 30 persen, dan dampak sosial 20 persen. 

Penilaian ini berbasis pada publikasi ilmiah serta sitasi internasional yang terindeks, terutama melalui basis data Scopus.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja bersama seluruh civitas akademika yang selama ini konsisten mendorong kualitas riset dan publikasi.

BACA JUGA : 570 Lulusan Dikukuhkan, Rektor Tegaskan UIN Sunan Kalijaga sebagai Kampus Berdampak

BACA JUGA : Magang di KBRI Astana, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Tembus Diplomasi Global

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras seluruh civitas akademika atas capaian ini. Ini bukan hasil instan, tetapi buah dari konsistensi dan kolaborasi,” katanya, Selasa (1/4/2026). 

Menurutnya, capaian ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi yang berorientasi global.

“Pemeringkatan ini menjadi milestone penting. Kami ingin memastikan bahwa kontribusi keilmuan yang dihasilkan tidak hanya diakui secara internasional, tetapi juga relevan bagi masyarakat,” ucapnya.

Salah satu faktor utama yang menopang capaian ini adalah kuatnya ekosistem publikasi ilmiah di lingkungan kampus. 

Kehadiran jurnal internasional bereputasi seperti Al-Jami’ah, Journal of Islamic Studies menjadi tulang punggung dalam meningkatkan visibilitas global.

Selain itu, jurnal-jurnal unggulan lain seperti Studi Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam yang terindeks Q1, serta Jurnal Pendidikan Agama Islam terindeks Q2, turut memperkuat posisi akademik kampus di mata dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: