Okupansi Hotel Yogyakarta Anjlok Saat Libur Lebaran 2026, Ini Penyebabnya
H+1 Lebaran 2026 pada Minggu (22/3/2026), Malioboro dipadati 38 ribu wisatawan, sementara arus kendaraan menuju pusat Kota Yogyakarta terpantau padat merayap.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyebutkan tingkat hunian hotel justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, padahal sebelumnya DIY diprediksi dikunjungi 8,2 juta wisatawan.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengungkapkan bahwa pada periode 16 hingga 22 Maret 2026, okupansi hotel di Yogyakarta hanya berada di kisaran 40 hingga 65 persen. Angka tertinggi tercatat pada 21 dan 22 Maret dengan okupansi mencapai 75 persen.
“Okupansi hotel tahun ini belum bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu, malah cenderung menurun,” ujar Deddy saat dihubungi, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, capaian tersebut turun sekitar 10 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu yang mampu menyentuh rata-rata 75 persen. Padahal, PHRI DIY sebelumnya menargetkan okupansi minimal 85 persen selama musim libur Lebaran.
BACA JUGA : Satpol PP Jogja Larang Merokok dan PKL di Malioboro, Ini Titik Poskonya
BACA JUGA : Tarif Andong Naik Rp50 Ribu, Kusir Nikmati Lonjakan Wisatawan Lebaran di Malioboro
Deddy menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penurunan ini. Salah satunya adalah melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang belum stabil.
Selain itu, tingginya prediksi jumlah wisatawan ke Yogyakarta yang mencapai 8,2 juta orang justru membuat sebagian wisatawan mengurungkan niat untuk berkunjung.
“Wisatawan mungkin pilih-pilih akomodasi. Seperti menginap di penginapan ilegal,” katanya.
Dia menambahkan, fenomena penurunan okupansi hotel ini tidak hanya terjadi di Yogyakarta, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia.
BACA JUGA : Wisatawan Membludak di Malioboro H+1 Lebaran, Arus Lalu Lintas Padat Merayap
BACA JUGA : Lonjakan Kendaraan dan Wisatawan di Jogja Saat Lebaran, Car Free Night Malioboro Ditiadakan hingga 29 Maret
Padahal, pelaku usaha perhotelan telah menyiapkan berbagai strategi untuk menarik wisatawan, mulai dari paket bundling menginap dengan makan malam hingga promo harga khusus bagi pemesanan langsung melalui hotel.
Di sisi lain, tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan Malioboro tetap terlihat selama libur Lebaran. Berdasarkan data Back Office Smart Province, pergerakan orang di kawasan Malioboro pada Senin (23/3/2026) mencapai 160.225 orang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: