Malioboro Diprediksi Padat Usai Lebaran, Wisatawan Diminta Jalan Kaki dan Gunakan Transportasi Umum

Malioboro Diprediksi Padat Usai Lebaran, Wisatawan Diminta Jalan Kaki dan Gunakan Transportasi Umum

Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, di Kompleks Balai Kota, memprediksi 800 ribu pemudik masuk saat Lebaran 2026. Lalu lintas naik hingga 30 persen, wisatawan diimbau gunakan transportasi umum.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta memprediksi puncak kepadatan lalu lintas di dalam kota akan terjadi setelah Hari Raya Idulfitri atau pada periode H+ Lebaran 2026.

Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan lonjakan aktivitas wisata menjadi faktor utama meningkatnya kepadatan kendaraan di pusat kota, terutama di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

“Kalau di Kota Jogja itu eskalasinya nanti di H+, setelah salat Id biasanya masyarakat menikmati Kota Yogyakarta, baik ke Malioboro, kuliner, dan destinasi lainnya,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Berdasarkan data survei Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat menuju Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur Lebaran diperkirakan mencapai 8,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 750 ribu hingga 1 juta orang diprediksi masuk ke Kota Yogyakarta. Selain itu, volume kendaraan juga diperkirakan meningkat cukup signifikan.

BACA JUGA : Malam Takbiran Lebaran 2026 di Yogyakarta, Polisi Batasi Kendaraan dari Luar Kota

BACA JUGA : Lebaran Muhammadiyah 20 Maret 2026, Haedar Nashir Tekankan Toleransi dengan Nyepi

“Untuk kendaraan, volume peningkatan sekitar 23 sampai 30 persen. Lalu lintas harian yang masuk kota pada masa Lebaran itu kurang lebih 123 ribu kendaraan per hari,” jelasnya.

Menghadapi lonjakan tersebut, Dishub akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional guna mengurai kepadatan.

“Apapun yang dilakukan, terutama diskresi sewaktu akan dilakukan oleh kepolisian dan kami support,” katanya.

Agus menegaskan bahwa kondisi padat di kawasan wisata tidak bisa dihindari, mengingat Yogyakarta menjadi salah satu tujuan utama wisatawan saat libur Lebaran.

BACA JUGA : Tawur Agung Kesanga 2026 Digelar di Candi Prambanan, Ribuan Umat Hindu Siap Ikuti Ritual Nyepi

BACA JUGA :  Bus Pariwisata Dibatasi Masuk Pusat Kota Jogja Saat Lebaran, Arus Kendaraan Dialihkan ke Jalur Pinggir

“Kalau semua orang ingin ke satu tempat, ya pasti padat. Tidak mungkin kita jamin Jogja lengang, karena ini memang kota tujuan wisata,” tegasnya.

Untuk itu, dia mengimbau wisatawan agar mulai mengubah pola mobilitas selama berada di pusat kota, salah satunya dengan berjalan kaki.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: