Menelusuri Dharma Boutique Roastery menjadi Kedai Kopi Tertua di Semarang
Dharma Boutique Roastery Semarang--
diswayjogja.id – Kota Semarang tidak hanya dikenal dengan bangunan bersejarah Lawang Sewu atau kelezatan lumpianya saja. Di balik hiruk pikuk kawasan Pecinan yang padat, tersimpan sebuah permata tersembunyi bagi para pencinta kopi sejati. Dharma Boutique Roastery, sebuah kedai kopi yang mengusung konsep hidden gem, menawarkan lebih dari sekadar tempat nongkrong bagi anak muda. Terletak di sebuah gang kecil yang tenang, tempat ini seolah menjadi oase yang memisahkan pengunjung dari kebisingan kota dengan rimbunnya pepohonan dan arsitektur bangunan yang masih terjaga keasliannya sejak zaman dahulu.
Memasuki area kedai ini, pengunjung akan langsung disambut oleh atmosfer vintage yang sangat kental. Bangunan ini bukan sekadar kafe baru yang didesain agar terlihat kuno, melainkan sebuah rumah kopi yang memang memiliki jejak sejarah panjang di ibu kota Jawa Tengah. Sebagai tempat yang disebut-sebut sebagai salah satu rumah kopi tertua di Semarang, Dharma Boutique Roastery menyimpan memori kolektif tentang bagaimana budaya minum kopi di kota ini terbentuk. Aroma biji kopi yang baru disangrai segera menyeruak, memberikan sensasi hangat yang membangkitkan nostalgia bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana.
Keberadaan kedai kopi ini menjadi bukti nyata bahwa sejarah bisa dinikmati dalam secangkir minuman hitam. Di tengah gempuran kafe modern yang menawarkan interior minimalis dan serba instan, Dharma Boutique Roastery tetap teguh mempertahankan cara-cara tradisional. Lokasinya yang masih menjadi bagian integral dari kawasan Kota Lama Semarang menambah nilai eksotis tersendiri. Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Semarang, tempat ini adalah destinasi wajib untuk merasakan pengalaman autentik yang memadukan wisata sejarah, edukasi, dan kenikmatan kuliner dalam satu paket lengkap.
Ketertarikan masyarakat terhadap kedai ini terus meningkat bukan hanya karena estetikanya yang sangat mendukung untuk diabadikan dalam foto, melainkan karena kualitas kopinya yang konsisten. Dari proses pemilihan biji kopi mentah hingga penyajiannya di meja pelanggan, setiap tahap dilakukan dengan standar yang tinggi namun tetap mempertahankan sisi kemanusiaan dan tradisi. Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai sejarah panjang berdirinya tempat ini, proses pengolahan kopi yang unik, hingga berbagai varian biji kopi Nusantara yang menjadi primadona di sini.
BACA JUGA : Menghangatkan Malam Lewat Wedang Ronde Legendaris khas Semarang
BACA JUGA : Destinasi Utama Menikmati Nasi Koyor Legendaris di Semarang
Sejarah Panjang dan Transformasi Margo Redjo menjadi Dharma Boutique Roastery
Dharma Boutique Roastery Semarang saat ini berada di bawah pengelolaan tangan dingin Widayat Basuki Dharmowiyono, yang merupakan generasi ketiga dari keluarga pendiri. Akar sejarah bisnis ini dapat ditarik kembali ke tahun 1915, ketika sang kakek, Tan Tiong Ie, memulai peruntungannya dalam bisnis kopi. Menariknya, bisnis ini tidak dimulai di Semarang, melainkan di Cimahi saat Tan Tiong Ie sedang merantau. Di sana, ia mulai mendalami seni pengolahan kopi sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya sembilan tahun kemudian.
Kepindahan Tan Tiong Ie ke Semarang pada tahun 1924 membawa serta seluruh peralatan pengolahan kopi yang ia miliki dari Cimahi. Awalnya, ia berniat mendirikan pabrik di Jalan Dr. Cipto, namun karena kendala perizinan yang tak kunjung selesai dari pemerintah kolonial kala itu, ia terpaksa memindahkan operasional bisnisnya ke rumah tinggalnya sendiri di kawasan Pecinan. Ketekunannya membuahkan hasil pada tahun 1928 ketika pabrik kopi yang dinamakan "Margo Redjo" tersebut akhirnya mendapatkan izin resmi. Sejak saat itu, bisnisnya berkembang pesat hingga mampu menembus pasar internasional dan mengekspor biji kopi ke berbagai negara di Eropa.
Seiring berjalannya waktu, Margo Redjo sempat mengalami perubahan identitas menjadi Bona Fortuna sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Dharma Boutique Roastery pada tahun 2017. Nama "Dharma" diambil dari nama keluarga pemiliknya, sementara penyematan istilah "Boutique" mencerminkan konsep layanan yang bersifat personal dan dikerjakan secara artisan sesuai preferensi pelanggan. Dari yang awalnya hanya berfokus pada jasa penyangraian (roasting) kopi skala besar, pada tahun 2019 tempat ini membuka pintunya sebagai kedai yang menyajikan kopi siap minum bagi masyarakat umum.
Keunikan Proses Produksi
Hal yang membedakan Dharma Boutique Roastery dari gerai kopi modern lainnya adalah kesetiaan mereka pada metode tradisional. Di area produksinya, pengunjung masih bisa melihat mesin roasting klasik yang telah berusia puluhan tahun namun tetap berfungsi prima. Penggunaan mesin tua ini bukan sekadar untuk gaya, melainkan karena diyakini mampu menghasilkan profil rasa kopi yang lebih stabil dan otentik. Proses penyangraian biji kopi mentah (green bean) dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap suhu dan durasi waktu, yang semuanya dilakukan secara manual oleh tenaga ahli.
Pengalaman yang ditawarkan pun sangat edukatif. Pengunjung tidak hanya duduk diam menunggu pesanan, tetapi juga diperbolehkan melihat langsung bagaimana biji kopi bertransformasi dari hijau menjadi kecokelatan yang harum. Transparansi proses ini memberikan nilai tambah bagi pelanggan, karena mereka bisa menghargai jerih payah di balik setiap tetes kopi yang mereka nikmati. Selain melihat prosesnya, di bagian belakang bangunan terdapat sebuah museum mini yang memamerkan berbagai peralatan kopi kuno, memberikan wawasan baru tentang perkembangan teknologi kopi di Indonesia.
BACA JUGA : Daftar Destinasi Kuliner Lumpia Legendaris Semarang Paling Wajib Dikunjungi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: