KRJ ke-22 Sediakan 3.800 Porsi Buka Puasa Gratis Setiap Hari, Libatkan 500 Relawan dan 400 Pedagang

KRJ ke-22 Sediakan 3.800 Porsi Buka Puasa Gratis Setiap Hari, Libatkan 500 Relawan dan 400 Pedagang

Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 resmi dibuka, Rabu (18/2/2026) dengan 3.800 porsi buka puasa gratis per hari dan 400 UMKM, tema “Berkah Berjamaah” diusung dengan melibatkan 500 lebih relawan.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) ke-22 resmi dimulai, Rabu (18/2/2026), di mana pada tahun ini, panitia menyiapkan 3.800 porsi buka puasa gratis setiap hari bagi jamaah dan masyarakat yang hadir di kawasan Jogokariyan, Kota Yogyakarta.

Ketua Panitia KRJ 2026, Muhammad Falah Akbar, mengatakan pembukaan ditandai dengan pelaksanaan buka puasa perdana yang langsung disambut antusias warga.

“Alhamdulillah pada hari ini kita mengadakan buka puasa yang pertama. Tahun ini kita setiap harinya menyediakan 3.800 porsi per buka setiap harinya,” ujarnya.

Tak hanya buka puasa gratis, kawasan Jalan Jogokariyan juga akan diramaikan sekitar 400 pelaku UMKM yang berjualan selama Ramadan. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 350 pedagang.

BACA JUGA : Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 Siapkan 370 Lapak UMKM, Band Letto hingga Mahfud MD Dijadwalkan Hadir

BACA JUGA : Ustaz Muhammad Jazir ASP Wafat, Muhammadiyah Kehilangan Arsitek Perjuangan Masjid Jogokariyan

“Untuk pedagang kita tahun ini ada di angka 400. Alhamdulillah peningkatan juga dari tahun lalu yang hanya 350. Kita meningkat ada 50 tambahan lapak untuk pasar sore,” katanya.

Panitia membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Donasi dapat dimulai dari satu porsi senilai Rp15.000.

“Kalau untuk donasi, kami open donasi. Jadi kami persilakan bagi yang ingin berdonasi bisa mulai dari satu porsi saja senilai Rp15.000 per porsinya,” jelas Falah.

Menu buka puasa disiapkan oleh 28 kelompok ibu-ibu PKK yang memasak secara bergiliran. Menu berbeda setiap hari, dan untuk hari pertama disajikan menu gulai ayam.

BACA JUGA : Awal Ramadan 1447 H, Warga Muhammadiyah Yogyakarta Gelar Salat Tarawih Selasa Malam

BACA JUGA : Ramadan dan Imlek Bertemu, PBTY XXI Atur Stand Halal dan Non-Halal di Ketandan

“Untuk menunya setiap hari berbeda-beda karena memang yang memasak adalah ibu-ibu PKK. Total mungkin ada 20-an menu, ada beberapa yang sama tapi tidak berurutan,” terangnya.

Proses memasak dilakukan sejak dini hari di rumah warga, sementara penanak nasi dan proses plating dilakukan di masjid mulai siang hari. Seluruh makanan disajikan menggunakan piring guna mengurangi sampah plastik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: