Dinkesda Brebes Dampingi Tim Kemenkes Blusukan Tangani Pasien Kusta Wilayah Cikeusal Kidul dan Kersana

Dinkesda Brebes Dampingi Tim Kemenkes Blusukan Tangani Pasien Kusta Wilayah Cikeusal Kidul dan Kersana

PERIKSA - Tim medis Kemenkes RI didampingi program Kusta Dinkesda Brebes memeriksa kondisi pasien kusta baru.-Syamsul Falaq/ RATEG-

BREBES, diswayjogja.id – Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, mendampingi Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk blusukan penanganan pasien kusta.

Kegiatan tersebut, sebagai tindak lanjut On The Job Training Kusta bagi tenaga kesehatan (nakes) dan kader kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes bersama Tim Kemenkes dengan melaksanakan Active Case Finding (ACF) kusta di wilayah Cikeusal Kidul dan Kersana, Kamis (12/2).

Kegiatan tersebut, menjadi langkah proaktif petugas kesehatan dan kader dalam menemukan kasus kusta baru secara langsung di tengah masyarakat. Sebab, pemetaan dilakukan tanpa menunggu pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

ACF menjadi strategi penting dalam percepatan deteksi dini, terutama di wilayah dengan riwayat kasus dan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

BACA JUGA : Terima Mandat Pimpin Dinkesda Brebes, dr Heru Padmonobo Fokus Kolaborasi Layanan 38 Puskesmas dan Fasyankes

BACA JUGA : Sepanjang Tahun 2025, Dinkesda Brebes Catat 2.257 Kasus Demam Berdarah 11 Pasien Meninggal

"Tim dari Kementerian Kesehatan RI, dipimpin dr. Indro Murwoko dan dr. Dauries Ariyanti M, M.Epid, didampingi Programer Kusta Dinkesda Brebes, Agus Riyanto bersama jajaran petugas Puskesmas dan kader kesehatan setempat," ungkap Kepala Dinkesda Brebes dr Heru Padmonobo saat dikonfirmasi Radar Tegal.

Dalam pelaksanaan ACF Kusta, lanjut dia, petugas mendatangi rumah-rumah warga dengan pendekatan keluarga, khususnya menyasar kontak erat atau anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita kusta.

Pemeriksaan dilakukan secara langsung melalui pengecekan kondisi kulit dan saraf guna mendeteksi tanda-tanda awal kusta.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi terkait gejala, cara penularan, serta pentingnya pengobatan dini," terangnya.

BACA JUGA : 559 Warga Brebes Mengidap Kusta, Capaian Pengobatan 88,33 Persen

BACA JUGA : Dinkesda Brebes Salurkan Rp 2,262 Miliar Uang Transport, Wujud Apresiasi Bagi 9.050 Kader Kesehatan

Lebih lanjut Heru Padmonobo menuturkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menemukan penderita kusta sedini mungkin, memutus rantai penularan, serta mencegah terjadinya kecacatan fisik permanen akibat keterlambatan penanganan.

Deteksi dini sangat penting karena kusta dapat disembuhkan secara tuntas apabila diobati sejak awal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: