30 Personel Linmas Siap Tanggap Bencana, Diperkuat Pelatihan BASARNAS hingga PMI

30 Personel Linmas Siap Tanggap Bencana, Diperkuat Pelatihan BASARNAS hingga PMI

Salah satu ketugasan Satgas MAS KRISNA dalam pembersihan sungai, diperkuat 30 personel terlatih, satgas ini rutin mengikuti pelatihan BASARNAS, PMI, hingga SSI serta aktif dalam evakuasi dan penanganan darurat di wilayah DIY.--dok. Pemkot Jogja

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Satuan Tugas Linmas Kurangi Risiko Bencana (Mas Krisna) yang dibentuk Satpol PP Kota Yogyakarta ini disiapkan sebagai garda pendukung dalam upaya pengurangan risiko serta penanganan kebencanaan di wilayah Kota Yogyakarta.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menjelaskan personel Mas Krisna dilatarbelakangi potensi bencana yang selalu ada, baik bencana alam maupun kondisi darurat lainnya. Karena itu, dibentuk tim Linmas khusus yang memiliki keterampilan serta kesiapsiagaan lebih terlatih dibandingkan Linmas reguler.

“Mas Krisna merupakan satuan khusus Linmas yang disiagakan untuk membantu mengurangi risiko dan menangani kebencanaan. Personel dibekali pelatihan khusus agar mampu bergerak cepat dan tepat saat kondisi darurat,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).

Saat ini Mas Krisna diperkuat 30 personel yang rutin mendapatkan pelatihan serta peningkatan kapasitas setiap tiga bulan sekali. Pelatihan menghadirkan narasumber profesional dan dilaksanakan di medan yang disesuaikan dengan tema kegiatan.

BACA JUGA : Menkes Anggarkan Rp500 Miliar untuk Pulihkan Rumah Sakit dan Puskesmas Pascabencana Sumatra

BACA JUGA : Huntara Pascabencana Dipercepat, Pakar UGM: Keselamatan Warga Harus Jadi Prioritas

Sejumlah pelatihan yang telah diikuti antara lain bersama KOPASGAT untuk pendidikan mental dan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, bela negara, pembacaan peta, serta mitigasi bencana. Selain itu, personel juga mendapat pelatihan dari BASARNAS terkait evakuasi kebencanaan, teknik penyelamatan, pemindahan korban, serta penggunaan peralatan evakuasi.

Pelatihan lain dilakukan bersama PMI meliputi Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD), bantuan hidup dasar, hingga penggunaan alat pertolongan pertama. Sementara bersama Survival Skill Indonesia (SSI), personel dilatih teknik vertical rescue, simulasi penyelamatan, keterampilan bertahan hidup di hutan, serta penggunaan peralatan survival.

Selain penguatan kapasitas internal, Mas Krisna juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak seperti BPBD, BASARNAS, PMI, dan instansi lain dalam pendidikan, pelatihan, hingga operasi gabungan di lapangan.

Salah satu personel Mas Krisna, Agung Wijaya, yang bergabung sejak 2024, mengatakan satgas telah terlibat dalam berbagai penugasan di wilayah Kota Yogyakarta maupun daerah lain di DIY. 

BACA JUGA : Hujan di Lereng Merapi Picu Ancaman Lahar, Awan Panas Mengarah Barat Daya

BACA JUGA : Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Kalasan, Parkiran Sepeda Siswa Ambruk

“Penugasan tersebut antara lain operasi pencarian korban tenggelam di sungai, penanganan hewan liar, evakuasi korban tersetrum, hingga penanganan awal kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Selain itu, MAS KRISNA juga terlibat dalam penanganan bencana longsor, pohon tumbang, kebakaran, atap rumah roboh, hingga membantu lansia linglung dan anak tersesat. Tim juga melakukan pemetaan jalur evakuasi, pendataan potensi bencana, serta edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: