Dua SDN Limbangan Kulon Terkepung Genangan, Usai Diguyur Hujan Semalaman

Dua SDN Limbangan Kulon Terkepung Genangan, Usai Diguyur Hujan Semalaman

TERGENANG - Kondisi lingkungan sekolah dua SDN Limbangan Kulon terkepung genangan hingga mengganggu KBM.-Syamsul Falaq/ RATEG-

BREBES, diswayjogja.id - Akibat diguyur hujan deras sejak Senin (2/2) malam hingga Selasa (3/2) pagi. Dua Sekolah Dasar Negeri di Kelurahan Limbangan Kulon, dikepung genangan yang mengakibatkan Kegiatan Belajar Terganggu.

Bahkan, khusus SDN 1 Limbangan Kulon seluruh murid diminta untuk belajar di rumah. Seperti diungkapkan Kepala SDN 1 Limbangan Kulon Matoyah menjelaskan, munculnya genangan yang mengepung 6 ruang di sekolahnya menjadi langganan sejak 5 tahun terakhir.

Yakni, 4 ruang kelas, 1 ruang guru dan 1 ruang kepala sekolah. Menurutnya, faktor utama terjadinya genangan lantaran rendahnya elevasi daratan dan belum optimalnya penataan drainase lingkungan.

"Sudah menjadi langganan tergenang, setiap hujan deras lebih dari 6 jam. Akibatnya, semua ruang kelas tergenang dengan ketinggian hingga 40 sentimeter," ungkapnya kepada Radar Tegal, Selasa (3/2) sore.

BACA JUGA : Ikatan Pegawai Bank Indonesia Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir dan Longsor Wilayah Pantura Jateng

BACA JUGA : Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera, Alarm Multi-Bencana di Tengah Perubahan Iklim

Dengan kondisi ruang kelas tergenang, lanjut Matoyah, Kegiatan Belajar Mengajar terpaksa dialihkan ke rumah masing-masing.

Namun, kegiatan di sekolah harus menunggu pembagian jatah Makan Bergizi Gratis karena tetap berjalan. Terlebih, setiap pascahujan deras dan kurun waktu lama genangan di lingkungan sekolah surutnya sulit.

"Sejak hari Selasa pagi sudah agak surut, padahal Senin malam (2/2-red) ketinggian genangan hingga lutut orang dewasa. Paling merepotkan, mebler yang terendam juga lebih rapuh dan cepat rusak," terangnya.

Hal senada, disampaikan Kepala SDN 2 Limbangan Kulon Suhadi yang membenarkan genangan menjadi langganan. Khususnya, kondisi hujan deras yang terjadi lebih dari 4 jam hingga mengakibatkan genangan. Dampaknya, hampir seluruh saluran pembuangan sekolah tergenang hingga sekitar lapangan.

"Langganan lingkungan sekolah tergenang, memang dipicu rendahnya elevasi daratan. Bahkan, makin diperparah saluran drainase yang penuh. Akibatnya, genangan lebih lama surutnya," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: