Cita Rasa Nusantara Kuliner Legendaris di Wonosobo dengan Harga Terjangkau

Cita Rasa Nusantara Kuliner Legendaris di Wonosobo dengan Harga Terjangkau

The Proposal Cafe, Medan--

diswayjogja.id – Dunia kuliner di Indonesia tidak pernah berhenti memberikan kejutan bagi para pelancong dan pencinta makanan. Setiap sudut daerah, mulai dari kota kecil di pegunungan hingga kota metropolitan yang sibuk, memiliki narasi rasa yang unik dan sering kali menjadi identitas kuat bagi masyarakat setempat. Belakangan ini, tren wisata kuliner tidak lagi hanya berfokus pada kemewahan restoran berbintang, melainkan bergeser ke arah pencarian rasa autentik yang tersembunyi di warung-warung lokal atau kafe kreatif yang menawarkan harga bersahabat. Perjalanan rasa ini sering kali menjadi alasan utama seseorang mengunjungi suatu daerah, mencari kombinasi antara tradisi masa lalu dan inovasi masa kini.

Keanekaragaman kuliner Indonesia juga mencerminkan bagaimana budaya sarapan dan makan sore menjadi bagian penting dari gaya hidup sosial masyarakat. Di Jawa Tengah, misalnya, kebiasaan menyantap hidangan hangat yang dikukus dengan daun pisang menjadi simbol kehangatan pagi. Sementara itu, di kota besar seperti Medan, kebutuhan akan tempat bersantai yang menawarkan hidangan bergaya barat namun dengan harga lokal menjadi sebuah fenomena baru yang menarik untuk diikuti. Kedua kutub kuliner ini tradisional dan modern membuktikan bahwa rasa enak tidak selamanya harus dibayar mahal, asalkan kita tahu ke mana harus melangkah.

Mengunjungi destinasi wisata tanpa mencicipi sajian khasnya ibarat berjalan di kegelapan tanpa cahaya. Oleh karena itu, menyusun sebuah rencana perjalanan atau itinerary khusus kuliner menjadi sangat krusial bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas. Dengan perencanaan yang matang, wisatawan tidak hanya bisa mengisi perut, tetapi juga bisa merasakan pengalaman sosiologis saat berinteraksi dengan penjual legendaris atau merasakan atmosfer kafe yang sedang digandrungi anak muda. Hal ini menciptakan kenangan perjalanan yang jauh lebih mendalam dibandingkan sekadar melihat pemandangan alam.

Artikel ini akan mengulas dua pengalaman kuliner yang berbeda namun sama-sama menggoda selera. Pertama, kita akan menuju ke wilayah selatan Wonosobo untuk menemukan "harta karun" sarapan pagi yang dikenal sebagai Sega Bucu Tum Tum. Kedua, kita akan terbang ke Kota Medan untuk mencicipi bagaimana steak ayam berkualitas bisa dinikmati dengan harga yang sangat ekonomis di The Proposal Cafe. Berikut adalah panduan lengkap perjalanan kuliner satu hari yang bisa Anda jadikan referensi saat berkunjung ke kota-kota tersebut.

BACA JUGA : Pesona Alam dan Rekreasi Memikat, Simak Daya Tarik Wisata Kahyangan Skyline di Wonosobo

BACA JUGA : Deretan Air Terjun Indah di Wonosobo Paling Wajib Dikunjungi Para Pecinta Curug, Simak Disini

Menilik Sejarah Kuliner Legendaris Wonosobo Selatan

Wonosobo tidak hanya soal Dieng dan pemandangan gunungnya yang megah. Di wilayah selatannya, tepatnya di Kecamatan Wadaslintang, terdapat sebuah hidangan sarapan yang sudah melegenda bagi warga lokal: Sega Bucu Tum Tum. Berbeda dari nasi megono yang mungkin sudah lebih dulu dikenal secara luas, Sega Bucu memiliki karakteristik pengolahan yang sangat spesifik. Hidangan ini menggunakan nasi yang dimasak setengah matang terlebih dahulu, lalu dicampur dengan bumbu dan sayuran pilihan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus hingga matang sempurna. Proses tradisional menggunakan tungku kayu bakar di beberapa tempat memberikan aroma smoky yang tidak bisa didapatkan dari kompor gas modern.

Jadwal Sarapan Cepat dan Efisien

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi sarapan ala warga lokal Wadaslintang, berikut adalah rencana perjalanannya:

07.00 WIB — Keberangkatan Menuju Wadaslintang

Memulai perjalanan di pagi hari adalah pilihan terbaik. Udara Wonosobo yang sejuk akan menemani perjalanan Anda menuju wilayah selatan. Rute menuju lokasi sarapan biasanya cukup lancar, sehingga perjalanan dengan motor atau mobil akan terasa sangat menyenangkan.

07.15 WIB — Tiba di Warung Cengis, Wadaslintang

Salah satu destinasi utama untuk menu ini adalah Warung Cengis. Warung ini merupakan salah satu penjaga tradisi Sega Bucu yang masih eksis. Mereka mulai melayani pelanggan sejak pukul 05.30 pagi, waktu di mana para pekerja dan pelajar mulai beraktivitas. Biasanya, pada pukul 10.00 pagi, persediaan sudah mulai habis karena tingginya minat pembeli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: