Wisata DIY Ramai, Pemerintah Waspadai Kualitas dan Arah Jangka Panjang

Wisata DIY Ramai, Pemerintah Waspadai Kualitas dan Arah Jangka Panjang

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menyampaikan pandangannya tentang arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta, Rabu (14/1/2026), di Yogyakarta--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Tingginya angka kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa tahun terakhir tidak otomatis dimaknai sebagai keberhasilan akhir. 

Pemerintah justru melihat kondisi ini sebagai alarm untuk berbenah, terutama dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menegaskan bahwa kemudahan akses dan semakin beragamnya pilihan destinasi wisata harus diimbangi dengan kesiapan daerah dalam memenuhi ekspektasi wisatawan. 

Menurutnya, pola kunjungan wisata saat ini menunjukkan perubahan perilaku, di mana wisatawan tidak lagi hanya mencari tempat, tetapi pengalaman yang utuh.

“Selain berbicara dari sisi aksesibilitas yang semakin mudah, pilihan wisata juga semakin banyak. Karena itu, hal yang perlu kita siapkan adalah bagaimana memenuhi keinginan dan harapan wisatawan terhadap apa yang akan mereka nikmati di daerah tujuan,” katanya, Rabu (14/1/2026). 

BACA JUGA : APBKal DIY Tertahan, Regulasi Menkeu Belum Terbit

BACA JUGA : Vila hingga Kos Tanpa Izin Disorot Pemprov DIY

Ia menjelaskan, kualitas pariwisata tidak bisa hanya diukur dari jumlah kunjungan atau tingkat hunian penginapan. 

Ada aspek lain yang jauh lebih menentukan keberlanjutan, yakni kualitas pelayanan dan manusia yang terlibat langsung di dalamnya.

SDM pariwisata, menurutnya, menjadi wajah utama yang membentuk kesan wisatawan terhadap Yogyakarta.

“Jadi, tidak hanya sekadar bagaimana kita melayani, bagaimana kondisi tempat dan makanan, tetapi juga menyangkut sumber daya manusia yang beraktivitas sebagai bagian dari insan pariwisata itu sendiri,” ucapnya. 

Ia menyebut, tanpa perencanaan yang matang, lonjakan kunjungan berisiko hanya menjadi euforia sesaat. Ketika tren menurun atau kompetisi antar daerah semakin ketat, destinasi yang tidak siap akan tertinggal. 

BACA JUGA : DIY Catat 2,27 Juta Wisatawan saat Nataru 2025, Fokus Kualitas Layanan

BACA JUGA : Bantuan Living Cost Mahasiswa Diperpanjang, Pemda DIY Alokasikan Rp500 Juta

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: