DNA Menentukan Menu Makan Jadi Inovasi Masa Depan Gizi

DNA Menentukan Menu Makan Jadi Inovasi Masa Depan Gizi

Ilustrasi - Makanan Sehat Seimbang--

diswayjogja.id – Pernahkah Anda merasa sudah menjalani diet ketat yang sukses dilakukan teman Anda, namun timbangan Anda justru tidak bergerak sama sekali? Atau mengapa ada orang yang tetap bugar meski mengonsumsi kafein berlebih, sementara yang lain langsung merasa berdebar hanya dengan satu cangkir kopi? Jawabannya ternyata tersimpan rapat di dalam kode genetik Anda.

Memasuki tahun 2026, tren gaya hidup sehat di Indonesia mulai bergeser dari metode "pukul rata" (one-size-fits-all) menuju pendekatan yang sangat spesifik dan personal. Salah satu inovasi yang kini tengah naik daun adalah Food Genomics atau sering disebut sebagai Nutrigenomik. Ini adalah metode nutrisi masa depan yang menyelaraskan pola makan berdasarkan profil DNA unik setiap individu.

Mengapa DNA Menentukan Diet Anda?

Nutrigenomik merupakan terapi nutrisi berbasis genetika di mana rekomendasi asupan makanan disesuaikan dengan instruksi yang tertulis dalam kode genetik seseorang. Secara biologis, setiap manusia memiliki perbedaan gen yang memengaruhi cara tubuh merespons nutrisi mulai dari proses metabolisme, penyerapan vitamin, hingga potensi intoleransi terhadap zat tertentu.

dr. Davie Muhamad, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, menjelaskan bahwa efektivitas sebuah diet sangat bergantung pada kecocokan antara makanan dan genetik.

"Kenyataannya, tidak ada satu pola makan yang ajaib untuk semua orang. Kode genetik kita menentukan bagaimana sel tubuh bereaksi terhadap nutrisi. Inilah yang membuat nutrigenomik bersifat sangat personal dan presisi," ujar dr. Davie.

BACA JUGA : Daftar Rekomendasi Batagor Jadi Ikon Kuliner Bandung Paling Melegenda, Berikut Informasi Selengkapnya

BACA JUGA : Yuk Berburu Menikmati Gurihnya Cireng Bandung, Dijamin Ketagihan Berikut Informasi Selengkapnya

Proses Analisis Sampel Air Liur ke Tabel Nutrisi

Di kancah global, riset nutrigenomik telah menjadi pilar utama dalam pencegahan penyakit degeneratif. Di Indonesia sendiri, meskipun infrastruktur pemeriksaannya masih terus berkembang, minat masyarakat terhadap kesehatan berbasis data semakin tinggi.

Proses pemeriksaan food genomics sebenarnya cukup sederhana bagi pasien, namun kompleks di meja laboratorium. Tes dilakukan dengan mengambil sampel darah atau air liur. Sampel ini kemudian dianalisis selama kurang lebih satu hingga dua minggu untuk memetakan variasi genetik yang berkaitan dengan gizi.


dr. Davie Muhamad, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat--

Hasil interpretasi dari dokter gizi klinik nantinya akan mencakup rekomendasi yang sangat mendetail, seperti:

Proporsi Makronutrien: Apakah tubuh Anda lebih efektif membakar lemak atau karbohidrat?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: