Konsumsi Beras Bantul Terus Turun, Umbi-umbian Mulai Menggeser Nasi

Konsumsi Beras Bantul Terus Turun, Umbi-umbian Mulai Menggeser Nasi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, menyampaikan paparan data konsumsi pangan masyarakat di Aula DKPP Bantul, Senin (12/1/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Perubahan pola konsumsi pangan mulai terlihat jelas di Kabupaten Bantul. 

Beras, yang selama puluhan tahun menjadi pangan utama masyarakat, perlahan kehilangan dominasinya. 

Data terbaru menunjukkan konsumsi beras warga Bantul terus menurun dan diperkirakan akan turun lebih jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, mengatakan penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya komponen konsumsi wajib serta pergeseran pilihan pangan masyarakat.

“Tidak tercapai nilainya karena banyak yang beralih, karena dihapus, sehingga konsumsi wajib menurun,” katanya.

BACA JUGA : Ratusan Mahasiswa Sumatera di Yogyakarta Terima Bantuan Beras

BACA JUGA : Cabai Tembus Rp90 Ribu, TPID DIY Pastikan Beras dan Minyak Aman

Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada beras.

Umbi-umbian dan sumber karbohidrat alternatif mulai mengambil peran dalam konsumsi harian. Pergeseran ini tercermin dari nilai konsumsi pangan yang mengalami penurunan.

“Ada umbi-umbian. Jadi kemarin nilainya Rp95 ribu, sekarang turun menjadi Rp94 ribu,” ujarnya.

Penurunan nilai tersebut menunjukkan adanya perubahan struktur konsumsi, bukan semata karena daya beli menurun, tetapi karena variasi pangan semakin luas. 

Kondisi ini juga berdampak pada statistik konsumsi beras secara keseluruhan.

BACA JUGA : 6 Pilihan Destinasi Wisata Seru di Berastagi, Sajikan Suasana Alam Paling Indah dan Sejuk

BACA JUGA : 5 Wisata Jogja Berasa di Eropa, Banyak Spot Foto Menarik Buat Kenangan Liburan Tak Terlupakan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: