Kalurahan Bantul Fokus 40% P2BMP untuk Pengentasan Kemiskinan

Kalurahan Bantul Fokus 40% P2BMP untuk Pengentasan Kemiskinan

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan arahan kepada lurah dan pamong terkait pengelolaan P2BMP, DD, dan ADD untuk pengentasan kemiskinan.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

BANTUL, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan peran strategis kalurahan dalam pengentasan kemiskinan di tahun 2026, meski menghadapi tekanan anggaran yang menurun. 

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menekankan agar para lurah dan pamong tetap fokus pada kualitas layanan publik dan loyal terhadap mandat negara.

Ia menyebut bahwa meski dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) berkurang, kalurahan masih bisa memanfaatkan program lain, terutama Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (P2BMP), untuk menekan angka kemiskinan. 

Setidaknya 40 persen anggaran P2BMP wajib dialokasikan untuk program pengentasan kemiskinan, dengan panduan kegiatan yang jelas.

“Di samping itu, kalurahan juga masih dapat memanfaatkan program lain seperti DD dan ADD, meskipun jumlahnya berkurang,” kayanya, Selasa (6/1/2025). 

BACA JUGA : Bantul Perkuat Layanan Kesehatan di Tengah Tekanan Fiskal, Andalkan KRIS dan Kolaborasi RS Swasta

BACA JUGA : Bantul Benahi Data Jaminan Kesehatan, Bidik Kemiskinan Turun ke 9% pada 2026

"Mandatnya jelas, berapa pun besaran P2BMP, 40 persen harus digunakan untuk penanggulangan kemiskinan. Program dan bentuk kegiatannya sudah ada panduannya," ucapnya. 

Menurutnya, meski APBD menurun, pemerintah daerah tetap bisa memaksimalkan sumber non-APBD, seperti dana CSR, hibah swasta, Baznas, dan dukungan lain. 

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kinerja layanan publik sekaligus menurunkan angka kemiskinan, yang saat ini berada sekitar 11 persen, menuju target di bawah 10 persen pada 2026.

“Harapannya, di tengah turbulensi anggaran ini, kita tetap mampu memberikan layanan publik yang baik. Para pamong juga perlu meningkatkan kesabaran dan ketahanan mental," tuturnya. 

Bupati menekankan bahwa kondisi tekanan fiskal saat ini adalah fenomena sementara.

 BACA JUGA : KRIS RS UII Jadi Penopang Layanan Saat Kebutuhan Rawat Inap Bantul Tembus 20 Ribu Pasien

BACA JUGA : Dari Batik Giriloyo ke Vietnam, Desa Wisata Bantul Dorong Pemuda Mendunia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: