Dari Pusat Ibadah Menuju Ikon Wisata Kuliner di Kubu Raya Masjid Darunnajah
Kuliner Masjid Darunnajah--
diswayjogja.id – Tren pemanfaatan ruang publik sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif kini semakin merambah ke berbagai sektor, termasuk lingkungan rumah ibadah. Fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat terhadap fungsi masjid yang tidak lagi hanya terbatas pada aktivitas spiritualitas semata, melainkan juga sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat. Dengan pengelolaan yang tepat, area sekitar masjid dapat ditransformasikan menjadi magnet ekonomi yang mampu menghidupkan suasana lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup warga sekitar.
Kabupaten Kubu Raya, sebagai salah satu wilayah yang sedang berkembang pesat di Kalimantan Barat, terus menunjukkan potensi unik dalam pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah daerah dan komunitas setempat mulai menyadari bahwa integrasi antara nilai-nilai religius dan kegiatan produktif dapat menciptakan keharmonisan sosial yang luar biasa. Strategi ini terbukti efektif dalam menarik minat masyarakat luas untuk datang berkunjung, yang pada gilirannya membuka peluang pasar baru bagi para pengusaha lokal.
Kehadiran pusat kuliner di lingkungan masjid juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi para pengunjung. Suasana yang cenderung lebih tenang, aman, dan penuh kekeluargaan membuat momen bersantap menjadi lebih berkesan dibandingkan di pusat perbelanjaan konvensional. Selain itu, konsep ini mendukung terciptanya ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, di mana kemajuan ekonomi berjalan beriringan dengan pemeliharaan fasilitas ibadah. Hal ini menjadikan setiap transaksi yang terjadi memiliki nilai tambah sosial bagi keberlangsungan masjid tersebut.
Salah satu contoh nyata yang kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta kuliner adalah perkembangan di sebuah masjid di kawasan Sungai Raya. Tempat ini telah bertransformasi secara signifikan, dari sekadar pelataran kosong menjadi deretan gerai makanan yang menggiurkan. Lokasinya yang strategis dan konsepnya yang tertata membuat tempat ini dengan cepat menduduki daftar destinasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang mencari variasi jajanan sore maupun makan malam di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
BACA JUGA : Samsung Perkenalkan The Freestyle+, Proyektor Bertenaga AI yang Bisa Berpikir Sendiri
BACA JUGA : Daftar Destinasi Kuliner Ikonik Malang yang Wajib Masuk Liburan 2026, Simak Informasi Selengkapnya
Geliat Ekonomi Kreatif di Pelataran Masjid Darunnajah
Masjid Darunnajah yang berdiri megah di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kini memiliki wajah baru yang menarik perhatian. Seiring dengan berjalannya waktu, area halaman masjid ini tidak lagi sekadar menjadi tempat parkir atau ruang terbuka biasa. Saat ini, kawasan tersebut telah disulap menjadi sebuah sentra wisata kuliner yang sangat dinamis. Deretan tenda dan gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berdiri dengan rapi, menciptakan pemandangan yang menyegarkan mata sekaligus mengundang selera.
Transformasi ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh masyarakat sekitar maupun pendatang dari luar daerah. Setiap sore hingga malam hari, suasana di sekitar Masjid Darunnajah tampak begitu hidup. Pengunjung datang silih berganti untuk menikmati suasana terbuka yang nyaman sembari mencari kudapan pilihan. Keberadaan pusat kuliner ini secara otomatis membuat area masjid menjadi pusat interaksi sosial yang sehat bagi keluarga, anak muda, hingga para jamaah yang baru saja selesai melaksanakan ibadah.
Keanekaragaman Menu
Salah satu keunggulan utama dari pusat jajanan di Masjid Darunnajah adalah variasi menu yang ditawarkan. Pengelola memastikan bahwa stand-stand yang ada menyajikan beragam pilihan yang dapat menjangkau semua kalangan usia. Pengunjung dapat dengan mudah menemukan berbagai jenis makanan dan minuman tradisional yang membangkitkan nostalgia, seperti aneka kue basah, olahan nasi lokal, hingga minuman khas daerah yang menyegarkan.
Tidak hanya berhenti pada sajian klasik, para pelaku UMKM di sini juga sangat inovatif dengan menghadirkan produk-produk kuliner kekinian. Mulai dari minuman berbahan dasar kopi dan boba, hingga camilan modern yang sedang tren di media sosial, semuanya tersedia dengan harga yang terjangkau. Keberagaman ini menjadikan Masjid Darunnajah sebagai "one-stop culinary spot" di mana dalam satu lokasi, seorang pengunjung bisa mencicipi berbagai cita rasa yang berbeda. Hal ini secara tidak langsung juga mengedukasi masyarakat bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis masjid mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan selera pasar yang terus berubah.
BACA JUGA : Transformasi Gaya Hidup Brunch yang Kian Digemari Masyarakat Indonesia, Cek Ulasan Lengkapnya Disini
BACA JUGA : Menjelajahi Vietnam yang Kian Ramah Muslim Ada Cita Rasa Nusantara, Berikut Informasi Selengkapnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: