Dari Salon Sepi ke Tas Kelas Dunia: Zo’s The Label, Karya Perempuan Tegal yang Menembus Pasar Ekspor

Dari Salon Sepi ke Tas Kelas Dunia: Zo’s The Label, Karya Perempuan Tegal yang Menembus Pasar Ekspor

PRODUK TAS - Owner Zo's The Label, Puan Maharani saat menunjukkan sejumlah produk tasnya, saat dikunjungi di tempat usahanya, di Blok C Nomor 4-5 Komplek Nirmala Square Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (29/12/2025).-Yerri Novelli/ RATEG-

TEGAL, diswayjogja.id – Pandemi Covid-19 pernah memaksa banyak pelaku usaha gulung tikar. Namun bagi Puan Maharani, perempuan asal Kota Tegal, krisis justru menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya. Dari sebuah salon kecantikan yang sepi pelanggan, lahirlah Zo’s The Label, brand tas fashion custom yang kini melanglang buana hingga Amerika Serikat dan Eropa.

UMKM milik Puan Maharani (48) ini berdiri pada tahun 2020, di masa paling gelap pandemi. Kala itu, usaha salon kecantikan dan rias pengantin yang ia geluti sejak masih gadis nyaris mati suri. Tak ada tamu, tak ada pengantin, dan nyaris tanpa pemasukan.

“Sejak pandemi, salon benar-benar sepi. Tidak ada pengunjung sama sekali,” tutur Puan saat ditemui di rumah sekaligus tempat konveksinya di Blok C Nomor 4–5 Komplek Nirmala Square, Kota Tegal, Rabu (24/12).

Sebagai ibu dari lima anak, Puan tak ingin menyerah. Dukungan penuh sang suami, Guntur Paulana, serta dorongan untuk tetap mempertahankan karyawan agar tidak dirumahkan, membuatnya berpikir keras mencari jalan lain. 

 BACA JUGA : Yudi Prihantana Nahkodai Kadin Sleman, Fokus Perkuat UMKM dan Investasi

BACA JUGA : Seribu Ibu Bergerak di Lereng Merapi, Dari Senam Massal hingga UMKM Pegang Kendali Ekonomi Lokal

Dari situlah langkah kecil bermula—membuat masker kain, sekadar “iseng” memenuhi permintaan pasar yang melonjak kala pandemi.

Berbulan-bulan Puan menjual masker. Hingga suatu hari, ia menyadari bahwa penjahit yang bekerja bersamanya ternyata piawai membuat tas. Dari obrolan sederhana itulah, ide besar lahir.

“Saya tanya, bisa bikin tas gak? Katanya bisa. Akhirnya kami coba bikin satu-dua tas, lalu saya jual ke teman dan relasi,” kenangnya.

Tas-tas sederhana berbahan kanvas dan mika itu dipasarkan lewat Facebook dengan harga di bawah Rp200 ribu. Sistemnya masih pre-order, menjaga jarak, serba terbatas karena pandemi. Namun, respons pasar justru di luar dugaan. Pesanan berdatangan, bahkan ada yang langsung memesan puluhan tas sekaligus.

Sejak itulah, Zo’s The Label menemukan ciri khasnya: tas custom. Mulai dari tas bergambar foto anak hingga desain unik sesuai permintaan konsumen. Mayoritas adalah tas perempuan model cross bag yang bisa ditenteng maupun diselempangkan.

 BACA JUGA : Rayakan 1 Dekade Shopee Berdayakan UMKM, Bisnis Lokal Catat Penjualan USD 270M Secara Global

BACA JUGA : Libatkan 300 UMKM Lokal, Pusat Oleh-Oleh Batik Putra Boko Hadir di Prambanan

Didorong oleh sang suami, Puan akhirnya memberanikan diri membuka konveksi sendiri di rumah. Agustus 2020 ia mulai produksi berbasis pesanan, November 2020 resmi membuka konveksi, dan awal 2021 sudah mempekerjakan tujuh karyawan. Kini, Zo’s The Label memiliki 15 karyawan, mayoritas perempuan asal Tegal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: