Memukau Dengan Inovasi Barunya, Cek Wajah Baru Planetarium Jakarta Simak Informasi Selengkapnya
Planetarium Jakarta--
diswayjogja.id – Dunia pendidikan dan pariwisata di Jakarta baru saja menyambut kabar gembira yang telah dinantikan selama belasan tahun. Planetarium Jakarta, yang selama ini menjadi simbol eksplorasi ruang angkasa bagi warga ibu kota, akhirnya resmi membuka kembali pintunya untuk masyarakat umum. Setelah melewati masa hibernasi yang sangat panjang akibat berbagai proses revitalisasi kawasan dan tantangan teknis, pusat sains ini kembali hadir dengan semangat baru. Kehadirannya seolah menjawab kerinduan mendalam dari lintas generasi yang merindukan sensasi menatap taburan bintang di bawah kubah raksasa di tengah hiruk pikuk kota.
Momentum kebangkitan ini bukan sekadar pembukaan pintu gedung biasa, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi literasi astronomi di Indonesia. Sejak pertama kali digagas, Planetarium Jakarta memiliki misi mulia untuk mencerdaskan bangsa melalui pemahaman tentang jagat raya secara ilmiah. Di tengah gempuran teknologi digital yang semakin masif, keberadaan ruang fisik yang mampu menyajikan simulasi benda-benda langit secara nyata menjadi sangat krusial. Tempat ini diharapkan kembali menjadi laboratorium visual yang mampu memicu imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak muda terhadap luasnya alam semesta.
Reaktivasi institusi yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) ini juga membawa angin segar bagi sektor pariwisata edukatif yang ramah kantong. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyadari betul bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan harus bisa dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Oleh karena itu, langkah strategis telah diambil untuk memastikan bahwa kembalinya operasional tempat ini dibarengi dengan fasilitas yang lebih modern namun tetap inklusif. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur fisik, tetapi juga peduli pada pengembangan aspek intelektual warganya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi menandai dibukanya kembali fasilitas ini pada Selasa, 23 Desember 2025. Sebagai kado spesial bagi dunia pendidikan, kebijakan khusus berupa akses masuk cuma-cuma selama tiga bulan pertama diberikan bagi para pelajar. Langkah ini diharapkan dapat mendorong gelombang kunjungan sekolah untuk kembali menjadikan astronomi sebagai bagian dari kurikulum luar kelas yang menyenangkan. Dengan wajah baru yang lebih segar dan integrasi teknologi terkini, Planetarium Jakarta siap membawa setiap pengunjungnya melakukan perjalanan melintasi galaksi tanpa harus meninggalkan kursi mereka.
BACA JUGA : Wisata Edukasi Situs-Situs Sejarah Tragedi G30S/PKI di Jakarta, Simak Referensi Selengkapnya Berikut Ini
BACA JUGA : Deretan Tempat Belanja Murah Berkualitas di Jakarta, Recommended Bikin Kantong Nggak Jebol
Detail Fasilitas dan Wahana Unggulan Planetarium Jakarta
Teater Bintang
Wahana Teater Bintang tetap menjadi daya tarik utama sekaligus jantung dari Planetarium Jakarta. Di sini, pengunjung akan diajak masuk ke dalam ruangan berbentuk kubah setengah bola yang sangat besar. Begitu lampu dipadamkan, proyektor mutakhir akan memproyeksikan simulasi langit malam yang sangat jernih, lengkap dengan ribuan bintang, rasi bintang, hingga planet-planet yang beredar di orbitnya.
Selama kurang lebih satu jam, narasi edukatif akan menemani pengunjung dalam memahami siklus hidup sebuah bintang—mulai dari proses kelahirannya di dalam nebula hingga kematiannya yang dramatis. Pertunjukan ini dirancang sedemikian rupa agar penonton merasa seolah-olah sedang melayang di ruang angkasa, memberikan perspektif baru tentang betapa kecilnya bumi di tengah keagungan alam semesta.
Teater Observatorium
Berbeda dengan Teater Bintang yang bersifat simulasi, Teater Observatorium menawarkan pengalaman observasi nyata. Ruangan ini dilengkapi dengan berbagai perangkat teleskop canggih untuk pengamatan benda langit secara real-time. Salah satu instrumen yang menjadi kebanggaan adalah teleskop ASKO. Teleskop ini memiliki spesifikasi reflektor cermin dengan diameter mencapai 31 sentimeter, yang mampu menangkap cahaya dari objek luar angkasa yang jauh dengan detail yang memukau.
Fasilitas ini biasanya digunakan untuk mengamati fenomena-fenomena spesifik seperti fase bulan, planet Jupiter dengan garis-garis awannya, hingga cincin Saturnus. Keberadaan observatorium ini sangat penting bagi para peminat astronomi yang ingin memvalidasi teori yang mereka pelajari di buku dengan melihat langsung objek aslinya melalui lensa teleskop.
BACA JUGA : Healing Tak Perlu Jauh, Berikut Rekomendasi Pemandian Air Panas Terdekat Dari Jakarta dan Sekitarnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: