Pesan Sri Sultan ke Mahasiswa: Tak Perlu Jadi Orang Jawa, Jadilah Diri Sendiri yang Baik
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (depan kiri), berpesan kepada para pelajar dan mahasiswa agar tidak kehilangan jati diri ketika menempuh pendidikan di Yogyakarta, disampaikan di Sasono Hinggil Dwi Abad, Kraton, Yogyakarta, Minggu (26/10/2025).--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, berpesan kepada para pelajar dan mahasiswa agar tidak kehilangan jati diri ketika menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Sri Sultan menekankan siapa pun yang menimba ilmu di Kota Pelajar tidak perlu menjadi “orang Jawa” untuk bisa diterima di lingkungan masyarakat setempat.
“Tidak perlu jadi orang Jogja kalau memang dari Pati (Jawa Tengah). Karena sekecil apa pun suku warga masyarakatnya tetap dilindungi oleh konstitusi,” ujar Sri Sultan dalam Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Damai, di Sasono Hinggil Dwi Abad, Kraton, Kota Yogyakarta, Minggu (26/10/2025).
Menurut Sri Sultan, setiap mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia sudah sepatutnya bangga dengan identitas dan asal budayanya masing-masing.
BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Saya Tunduk pada Undang-Undang Republik, Tegaskan Beda Peran sebagai Raja dan Gubernur
BACA JUGA : Sri Sultan dan Pemerintah Victoria Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan dan Budaya
“Anda enggak usah jadi orang Jawa, tapi bisa bahasa Jawa karena sekolah di Jogja. Tapi yang Batak ya tetap jadi orang Batak yang baik, jadi orang Sunda yang baik. Karena itu dilindungi oleh undang-undang,” katanya.
Sri Sultan menekankan pentingnya semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia mengingatkan bahwa keberagaman bukan hanya slogan, tetapi fondasi yang harus dijaga dengan saling menghargai perbedaan suku, bahasa, maupun agama.
“Yang berbeda-beda itu menyatakan diri satu, tapi tidak pernah ada pemimpin yang mengatakan yang satu pun harus mengakui perbedaan-perbedaan itu. Padahal semua dihargai sama,” jelasnya.
Sri Sultan juga berharap kalangan muda, termasuk pelajar dan mahasiswa, dapat menjadi contoh nyata dalam menumbuhkan semangat toleransi dan menghargai keberagaman di tengah kehidupan kampus.
BACA JUGA : Sri Sultan Kumpulkan Bupati dan Wali Kota DIY Bahas Penanganan Sampah Bersama
BACA JUGA : TKD 2026 Dipangkas, Sri Sultan Minta Pemerataan Fiskal Yogyakarta Dijaga
Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga menilai, mahasiswa perlu memiliki pikiran terbuka terhadap perbedaan budaya dan cara pandang generasi lain. Menurutnya, setiap generasi memiliki konteks dan pengalaman berbeda yang membentuk cara berpikir masing-masing.
“Budaya itu dinamis sesuai zamannya. Saya dengan anak saya saja sudah berbeda cara berpikir. Tapi itu harus dijalani dengan segala persoalan yang ada,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: