5 Destinasi Wisata Stargazing Kece di Indonesia, Tawarkan Pengalaman yang Anti Mainstream
5 destinasi wisata stargazing terbaik di Indonesia-Foto by Kementerian Pariwisata-
diswayjogja.id - Stargazing, atau pengamatan bintang, adalah sebuah aktivitas yang mengasyikkan di mana seseorang mengamati keindahan pemandangan langit malam yang dihiasi oleh taburan cahaya bintang.
Kegiatan mengamati bintang ini telah menjadi salah satu kegiatan yang sangat diminati dan dicari oleh banyak orang. Meskipun demikian, perlu disayangkan bahwa tidak semua lokasi dapat dijadikan tempat ideal untuk melihat bintang.
Untuk dapat menikmati langit malam yang gelap pekat bertabur bintang dengan jelas, dibutuhkan lokasi-lokasi yang memiliki tingkat polusi udara dan polusi cahaya yang sangat rendah.
Namun, Kamu tidak perlu merasa cemas atau khawatir karena di Indonesia terdapat sejumlah lokasi yang telah dikenal luas dan terkenal sebagai tempat-tempat terbaik untuk melakukan kegiatan stargazing.
BACA JUGA : Cantik Banget! Simak 5 Wisata Alam Kuningan yang Lokasinya Berdekatan Wajib Dijelajahi
BACA JUGA : 5 Destinasi Wisata Hidden Gem di Jawa Tengah yang Tawarkan Suasana Tenang untuk Berlibur
Wisata Stargazing Terbaik di Indonesia
Jika Kamu memasukkan kegiatan melihat bintang (stargazing) dalam daftar rencana liburan, berikut adalah beberapa inspirasi tempat terpopuler di Indonesia untuk melakukannya.
1. Ranu Kumbolo Gunung Semeru
Danau Ranu Kumbolo, yang terletak di kaki Gunung Semeru, dikenal sebagai danau yang sangat indah.
Area ini adalah lokasi berkemah yang sangat disukai oleh para pendaki, sekaligus merupakan tempat yang menakjubkan untuk mengamati bintang.
Karena berada pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut dan jauh dari keramaian kota, destinasi pengamatan bintang di Indonesia ini menawarkan kesempatan luar biasa untuk menikmati langit malam yang penuh bintang, terutama pada malam yang cerah.
2. Desa Wae Rebo NTT
Desa adat Wae Rebo terletak 1.200 meter di atas permukaan laut dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak Agustus 2012.
Walaupun untuk mencapainya memerlukan perjalanan yang menantang, usaha tersebut sepadan dengan keindahan alam serta kelestarian adat dan budaya masyarakatnya yang masih murni.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: