Brebes Pilih Jalur Spiritual, Gelar Salat Gaib dan Doa Sebagai Bentuk Perlawanan Damai untuk Affan Kurniawan
GAIB - Pemkab Brebes menggelar Salat Gaib di Pendopo Kanjengan sebagai bentuk dukungan spiritual merespon aksi demonstrasi terkait insiden rantis Brimob yang menewaskan driver ojol Affan Kurniawan.-Syamsul Falaq/ RATEG-
BREBES, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Brebes memilih jalur spiritual, dengan menggelar salat gaib dan doa bersama sebagai bentuk perlawanan damai untuk almarhum Affan Kurniawan pada Sabtu (30/8/2025).
Salat gaib dan doa bersama, dipimpin langsung KH Labib Shodiq Suhaimi dari Ponpes Al-Hikmah I Benda Sirampog di Pendopo Kabupaten Brebes.
Tujuannya, memberikan dukungan secara spiritual dalam mengawal proses penegakan hukum. Terutama, atas meninggalnya driver ojek online dalam insiden mobil rantis Brimob saat demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8) malam lalu.
Turut hadir, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Ketua TP PKK Brebes Ahmad Saeful Anshori beserta tokoh masyarakat, ulama dan seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah.
Aksi tersebut, menjadi penegasan sikap damai di tengah aksi massa rusuh yang mengepung Gedung DPRD dan Mapolres Brebes di waktu yang bersamaan.
BACA JUGA : Aksi Solidaritas Almarhum Affan, Massa Nyalakan Lilin di Tugu Yogyakarta
BACA JUGA : Tujuh Bulan, 164 Anak Brebes Menikah Dini Setelah Permohonan Dispensasi Kawin Dikabulkan
Usai menggelar salat gaib, KH Labib langsung memimpin doa tidak hanya sebagai bentuk belasungkawa. Namun, menjadi pernyataan sikap kolektif masyarakat Brebes yang menegaskan ketenangan bukan kelemahan, melainkan kekuatan spiritual yang mampu meredam amarah kolektif.
"Kalau kita cinta Brebes, ya harus berikhtiar bagaimana menjaga iklim kondusif, saling menghormati dan tetap berpikiran dingin tidak terpancing emosi," ungkapnya.
Dalam kesempatan doa bersama tersebut, lanjut KH Labib, juga menyampaikan pesan kebersamaan yang menyentuh. Pihaknya mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga keharmonisan sosial.
"Dalam situasi dan kondisi yang sedang memanas saat ini, semua harus punya toleransi tinggi. Pejabat harus menghormati masyarakat, dan masyarakat pun menghormati pejabat. Ulama juga wajib saling menghormati masyarakat," jelasnya.
BACA JUGA : 2.452 Istri di Brebes Resmi Menjanda Dalam Tujuh Bulan, Gugatan Cerai Mendominasi Karena Alasan Ekonomi
BACA JUGA : Jalan Rusak Parah dan Merasa Dianaktirikan, Warga Tantang Bupati Hingga DPRD Brebes Datang ke Desa Kamal
Sementara itu, Ketua MUI Brebes KH Sholahudin Masruri atau Gus Sholah turut menyampaikan pesan kebangsaan yang menyentuh. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bergandengan tangan menjaga kerukunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: