Pameran SciArt 8.0 di Benteng Vredeburg Tampilkan Lukisan Potret 20 Ilmuwan Inpiratif
Sebanyak 29 lukisan potret ilmuwan lintas zaman dipamerkan dalam Pameran SciArt 8.0 di Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta, selama sepekan, mulai 24-29 Juni 2025. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Sebanyak 29 lukisan potret ilmuwan lintas zaman dipamerkan dalam Pameran SciArt 8.0 di Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta, selama sepekan, mulai 24-29 Juni 2025.
Pameran yang diusung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Kebudayaan dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) ini menyuguhkan lukisan 200 cm x 150 cm yang dipadukan dengan oil on canvas.
"Pameran ini memuat dokumentasi sebanyak 29 tokoh ilmuwan dari berbagai periode penting dalam sejarah peradaban manusia," ujar Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Yudi Darma, saat pembukaan pameran, Selasa (24/6/2025) malam.
Tokoh-tokoh tersebut terbagi dalam tiga periode penting, yakni ilmuwan dunia di wilayah Hindia Belanda pada rentang 1600-1942, ilmuwan Indonesia pada masa yang sama, serta ilmuwan Indonesia setelah kemerdekaan (1945-sekarang).
BACA JUGA : Ada 126 Foto dari 25 Jurnalis, PFI Yogyakarta Gelar Pameran Foto 'Sing Penting Madhang'
BACA JUGA : Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Hamong Nagari, Tampilkan Atribut Busana Abdi Dalem
Setiap lukisan dilengkapi katalog berisi biografi dan kontribusi ilmiah mereka, yang terpampang di sisi setiap lukisan.
Beberapa potret ilmuwan yang dipamerkan antara lain Georg Everhard Rumphius, Alfred Russel Wallace, dan Christiaan Eijkman, serta tokoh Indonesia seperti Soekarno, Raden Ajeng Kartini, B.J. Habibie, Mohammad Hatta, Tan Malaka, Soepomo, Koentjaraningrat, dan Sartono Kartodirdjo.
Pendekatan visual melalui lukisan, menurut Yudi, mampu menghadirkan kembali kisah hidup dan semangat para ilmuwan, sehingga lebih mudah diterima, khususnya oleh generasi muda.
"Melalui potret tokoh-tokoh ini, kita berharap karya-karya mereka bisa tersampaikan. Pengalaman mereka dalam menjalani hidup dan mencari karya sains-teknologi bisa hidup kembali melalui pameran ini," katanya.
BACA JUGA : Lestarikan Pusaka Kebanggan Bangsa, Pameran Keris Pusaka Ageming Satriya Berlangsung di Ndalem Yudhonegaraan
BACA JUGA : Stasiun Yogyakarta Jadi Pameran Batik, Kolaborasi KAI Lestarikan Budaya Sekaligus Perkenalkan Kekayaan Batik
Yudi berharap generasi muda memiliki tokoh-tokoh yang bisa mereka jadikan panutan atau idola terutama di bidang sains dan teknologi.
Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga RI Prof Ismunandar menuturkan, nama-nama dalam pameran itu dipilih melalui proses kurasi oleh AIPI bersama tim dari tiga kementerian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: