Dimas Diajeng Kota Yogyakarta, Dorong Anak Muda Usung Konsep Responsible Tourism

Dimas Diajeng Kota Yogyakarta, Dorong Anak Muda Usung Konsep Responsible Tourism

Sebanyak 30 finalis Dimas dan Diajeng Kota Yogyakarta mengikuti sesi pembekalan bersama Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, i SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Jumat (13/6/2025). --Dok. Pemkot YK

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Sebanyak 30 finalis Dimas dan Diajeng Kota Yogyakarta mengikuti sesi pembekalan bersama Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Jumat (13/6/2025).

Dalam pembekalan tersebut, GKR Bendara menyampaikan pentingnya peran pariwisata dan budaya dalam mendorong kemajuan Kota Yogyakarta, termasuk konsep responsible tourism.

“Yogyakarta masih sangat bertopang pada sektor pariwisata. Untuk itu, kita perlu mengusung konsep responsible tourism yang menekankan pada kualitas dan pelestarian budaya. Generasi muda harus sadar akan asal-usul produk lokal dan dampak ekonomi bagi kota ini,” ujarnya.

GKR Bendara berharap melalui ajang ini, para Dimas dan Diajeng dapat hadir di tengah masyarakat, menyampaikan program pemerintah dengan cara yang komunikatif dan relevan dengan menyesuaikan generasi masa kini.

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Buka Pendaftaran Pemilihan Dimas Diajeng Jogja 2025, Begini Syaratnya

BACA JUGA : Perkuat Kualitas Pariwisata, Pemda DIY Gencarkan Quality Tourism di Gunungkidul dan Kulon Progo

Sementara Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, berharap para finalis Dimas dan Diajeng ini memiliki peran penting terhadap generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih. Saya berharap kalian menjadi contoh yang sangat didambakan masyarakat, baik di Kota Yogyakarta maupun Indonesia secara umumnya,” jelas Hasto saat memberikan pembekalan melalui luring.

Hasto menyebutkan masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Sehingga, diperlukan kehidupan yang seimbang, perencanaan masa depan yang matang, serta kemampuan untuk hidup mandiri.

“Generasi muda menjadi tumpuan harapan bangsa. Kita bisa menjadi negara makmur atau sebaliknya, tergantung kualitas anak-anak muda. Maka, manfaatkan masa muda untuk menabung, berinvestasi, dan membangun kemandirian ekonomi sejak dini,” tuturnya.

Selain itu, Hasto juga menekankan terkait isu kesehatan seperti stunting dan gangguan mental yang menjadi perhatian pemerintah. Dia mengajak para finalis untuk turut berkampanye menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.

BACA JUGA : Digelar Malam Ini, 30 Finalis Ikuti Penobatan Dimas Diajeng Sleman 2025

BACA JUGA : Zacky dan Keisha Dinobatkan Dimas Diajeng Sleman 2025, Ini Daftar Anugerah Lainnya

Hasto juga mendorong para finalis untuk terus berpikir besar, mengembangkan keterampilan baru, dan meningkatkan kompetensi melalui proses membaca, berdialog, dan berdiskusi secara aktif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait