Lewat Film Pendek Serenada, LAKI dan Rumpun Nurani Ajak Generasi Muda Perbaiki Kesehatan Mental

Lewat Film Pendek Serenada, LAKI dan Rumpun Nurani Ajak Generasi Muda Perbaiki Kesehatan Mental

Sejumlah mahasiswa mengikuti Screening Film dan Dialog Bermakna di Ruang Audiovisual, Gedung FEB, UGM, Jumat (25/4/2025), yang diinisiasi oleh LAKI dan Yayasan Rumpun Nurani, yang mengampanyekan kesehatan mental bagi generasi muda. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Yayasan Rumpun Nurani bekerja sama dengan Yasayan Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia (LAKI) menggelar nonton bareng film pendek Serenada di Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM).

Nonton film bareng tersebut bagian dari upaya advokasi dan kampanye kesehatan mental connect to care bagi para pelajar dan mahasiswa saat ini. Mereka ingin mengingatkan pentingnya koneksi kembali dalam meningkatkan kepedulian.

Project Leader School-Based Mental Health (SBMH), Renta Chrisidiana, menuturkan pihaknya ingin menyebarkan pesan tentang pentingnya untuk koneksi kembali untuk meningkatkan kepedulian, yang berawal dari diri sendiri, kemudian kepedulian kepada orang lain, terutama yang paling dekat keluarga kemudian sahabat, kerabat, serta teman.

"Kita menyebutnya comunity of care, komunitas yang saling peduli yang semakin ditingkatkan mengingat kondisi utamanya setelah pandemi kemarin, sempat terdeteksi bahwa semakin meningkatnya permasalahan atau kasus terkait dengan gangguan kesehatan mental," ujarnya usai acara Screening Film dan Dialog Bermakna, Jumat (25/4/2025).   

BACA JUGA : Atasi Masalah Mental Anak, Pemkot Yogyakarta Akan Tambah 4 Sekolah Sehat Jiwa

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Akan Tambah 4 Sekolah Sehat Jiwa, Cegah Gangguan Kesehatan Mental Sejak Dini

Kampanye kesehatan mental dari LAKI dan Yayasan Rumpun Nurani menyasar kepada generasi muda, karena dinilai sebagai sosok yang susah untuk berkomunikasi kepada lingkungan atau pihak sekitar.

"Kita memang memilih sasaran kepada pemuda, karena selain mereka dalam kondisi krisis dalam satu siklus kehidupan, relasi dengan yang terdekat dan yang paling disayangi juga susah, apalagi kemudian kepada pertemanan dan sekolah," tuturnya.

Dalam melakukan kampanye positif itu, pihaknya telah melakukan kepada dua sekolah, di mana bahwa masalah mereka yang paling utama adalah kurangnay dukungan dari orang dewasa.

"Kita ini pengen ngadain lebih banyak lagi (kampanye kesehatan mental), supaya lebih tersebar lagi bahwa ada kebutuhan kita bersama untuk connect pada diri kita, kemudian membangun komunikasi yang lebih baik, dengan terbuka jujur dan hangat pada siapapun yang dihadiahkan Allah dalam hidup kita," terangnya. 

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Periksa Kesehatan Gratis Ratusan Kuda Andong Malioboro

BACA JUGA : Ratusan Buruh Gendong Pasar Beringharjo Ikuti Cek Kesehatan Gratis dan Sembako

Pihaknya mengajak kampanye kesehatan mental tersebut melalui film pendek, untuk mereflesikan cerita terakit anak dan siswa dalam satu sekolah.

"Kita merasa dengan film bisa menyajikan satu cerita yang bisa pada perasaan terdalam itu narasi. Kita udah capek ya, ke level intelektual kita mikir, kita butuh rasa nih dan film itu juga menyajikan cerita yang hampir nyata," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: