Pemkot Yogyakarta Bakal Kembangkan Kebun Bibit di Tegalrejo Menjadi Agropolitan
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal mengembangkan Kebun Plasma Nutfah Pisang, Giwangan, Umbulharjo, menjadi agroeduwisata dan Kebun Bibit di Tegalrejo menjadi Agropolitan.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal mengembangkan sektor pertanian dan pangan menjadi Agropolitan, meskipun memiliki wilayah yang terbatas.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan masih banyak yang perlu digali dan dikembangkan pada sektor pertanian dan pangan di kawasan Kota Yogyakarta.
“Hari ini saya bersama rekan-rekan dari Dinas Pertanian dan Pangan meninjau Kebun Bibit di Tegalrejo, untuk melihat potensi apa yang bisa kita coba kembangkan. Kemudian ada ide untuk dikembangkan dengan konsep Agropolitan,” ujarnya ditemui di saat melakukan peninjauan di Kebun Bibit Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Senin (21/4/2025).
Menurutnya, Kota Yogyakarta harus berpikir kreatif dalam mencpitakan inovasi di bidang pertanian dan pangan, meski dengan luas wilayah yang terbatas. Sehingga inovasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA : Potensi Tambah Pendapatan Daerah, Kebun Plasma Nutfah Pisang di Yogyakarta Mendapat Perhatian Khusus
BACA JUGA : Yogyakarta Punya 333 Varietas Tanaman Pisang, Terlengkap dan Terawat di Indonesia
“Harapan ke depan pengembangan tekologi terapan untuk pertanian dan ketahanan pangan di Kota Yogya bisa berjalan optimal. Sehingga kita bisa punya keunggulan serta kekuatan baru untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang ujungnya adalah mendorong pembangunan dan kesejahteraan,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, menjelaskan Agropolitan menjadi satu konsep yang cocok untuk dikembangkan di wilayah perkotaan, sehingga dapat menggabungkannya dengan kegiatan pertanian.
“Kebun Bibit di Tegalrejo rencananya akan dikembangkan menjadi sistem pertanian terpadu di tengah kota. Memadukan sektor pertanian dengan edukasi, wisata dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Sukidi.
Di sisi lain, Kebun Plasma Nutfah Pisang yang memiliki lebih dari 300 varietas pisang, bahkan mendapat predikat dari Kementerian Pertanian sebagai kebun dengan koleksi jenis pisang terlengkap di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, akan dikembangkan menjadi agroeduwisata.
BACA JUGA : Mulai Hari Ini, Pemkot Yogyakarta Kelola Sampah secara Real Time
BACA JUGA : Gelontorkan Rp301 Juta, Pemkot Yogyakarta Lakukan Padat Karya Infrastruktur Selama Sebulan
“Jadi tidak hanya untuk konservasi atau pelestarian saja, tapi secara terpadu menjadi agroeduwisata. Selain untuk tujuan memperbanyak bibit, kemudian untuk sarana edukasi, harapannya Kebun Plasma Nutfah Pisang juga bisa menyumbang PAD secara signifikan,” tandasnya.
Selain meninjau Kebun Bibit Tegalrejo, Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan meninjau Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan dan Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta. Hal tersebut untuk memastikan pantauan di lapangan berkaitan dengan kebutuhan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: