Teras Malioboro Yogyakarta Diharapkan Terus Berkembang Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Teras Malioboro Yogyakarta Diharapkan Terus Berkembang Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Teras Malioboro dapat terus berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif. -DOK.-

DISWAYJOGJA - Festival Teras Malioboro dalam rangka memperingati HUT ke-2 Teras Malioboro dari 1 Februari hingga 7 Maret 2024 sukses digelar. Dalam kesempatan itu, Sekda DIY Beny Suharsono berharap, Teras Malioboro dapat terus berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif.

 

“Setiap elemen, dari pedagang fashion, aksesoris, kuliner, jasa pendukung, petugas keamanan, hingga pengunjung, dapat tumbuh bersama, menciptakan sinergi yang positif untuk kemajuan Bersama,” ungkap Beny usai acara penyerahan piagam MURI Dunia di Teras 1 Malioboro, Yogyakarta, Selasa, 5 Maret 2024.

BACA JUGA:Deretan 10 Fakta Wisata Terbaru 2024 Malioboro? Belajar Sejarah Yogyakarta, Dari Seni Budaya dan Kulinernya!

Beny menjelaskan, melalui tema yang diusung pada festival tahun ini, yaitu Neng, Ning, Nung, Nang, mengingatkan masyarakat pada empat tahapan filosofis dalam perjalanan hidup manusia Jawa menuju kemenangan dan keberhasilan. Tema tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, selaku stakeholder di Teras Malioboro, untuk terus berjalan menuju keberhasilan.

Pada kesempatan itu, Beny juga mengatakan mulai melaksanakan program Renovasi Rumah Layak Huni tenant Teras Malioboro, sebagai bentuk kepedulian kepada tenant Teras Malioboro agar memiliki rumah yang memenuhi standar minimal rumah layak huni.

Dalam Proses penilaiannya, Dinas Koperasi dan UKM DIY bekerjasama dengan Dinas PUPR ESDM DIY serta didukung para sponsor. Beny menyampaikan apresiasi pula pada pelaku UMKM, Pemerintah Kota Yogyakarta, praktisi, media, kampus, dan seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi dalam memajukan Teras Malioboro.

BACA JUGA:Cari Penginapan Murah Jogja? Wisata Terbaru 2024 Dekat Malioboro, Cuma 100 Ribuan, Simak Ulasannya!

Festival Teras Malioboro tahun ini diharapkan juga mendukung Peringatan Hari Jadi DIY Ke-269, juga membawa dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Teras Malioboro dan masyarakat DIY.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan, festival ini sepenuhnya didanai oleh Dana Keistimewaan DIY. Acara digelar dengan tujuan merefleksi skema penataan sumbu filosofi yang terpadu, berkelanjutan dan humanis. Selain itu juga meningkatkan kolaborasi, kegiatan serta capaian inovasi bisnis di teras Malioboro di masa yang akan datang.

”Kami ingin antar tenant, pelaku usaha hingga antar instansi maupun antar wilayah memperkuat modal sosial di teras Malioboro. Hal ini dalam rangka mendukung misi kebudayaan di sumbu filosofis serta partisipasi pengembangan teras Malioboro dalam 2 tahun ini,” ujar Siwi.

Para tenant di Teras Malioboro menurut Siwi juga mulai diarahkan untuk melek teknologi digital. Saat ini, dirinya mendorong digitalisasi sistem perbankan pada metode pembayaran secara mobile. Transformasi digital ini penting, untuk mengejar laju perkembangan teknologi yang semakin maju.

BACA JUGA:Rekomendasi 5 Hotel Murah, Wisata Terbaru 2024 Malioboro! Harga Mulai Rp 125 Ribuan Saja?

Teras Malioboro saat ini menurut Siwi mewadahi 888 tenant yang terdiri dari fashion, craft dan kuliner. Terdapat 267 tenant fashion, 256 kuliner dan 365 tenant craft. Mereka terus menjaga komitmen untuk bisa benar-benar berjalan bersama, dengan tujuan kesejahteraan ekonomi. Untuk mewadahi pemasaran yang lebih luas, dilaunching pula aplikasi Teras Mobile dalam rangka mempermudah pelayanan.

“Kami berharap bisa melangkah bersama mewujudkan UMKM yang berkah, naik kelas, dan produk yang berkualitas. Apalagi gunungan yang nanti akan kita bagikan pada masyarakat. Diharapkan mampu mengenalkan produk, sehingga masyarakat tertarik dan lanjut membeli,” tutup Siwi. (*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: