Cabut DVR Hingga Geser Kamera, Jadi Rahasia Komplotan Pencuri Sekolah di Sleman Agar Aksinya Tak Terekam CCTV

Cabut DVR Hingga Geser Kamera, Jadi Rahasia Komplotan Pencuri Sekolah di Sleman Agar Aksinya Tak Terekam CCTV

Sebanyak barang bukti 31 unit proyektor yang diamankan Polresta Sleman dalan pengungkapan pencurian oleh komplotan dalam konferensi pers di Mapolresta Sleman, Kamis (23/10/2025). --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman mengungkapkan dari kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan komplotan spesialis pencuri sekolah di wilayah Sleman dan sekitarnya. 

Para pelaku diketahui berupaya menghindari rekaman kamera pengawas dengan cara mencabut perangkat DVR CCTV, menutup, atau menggeser posisi kamera di lokasi kejadian.

Ps Kanit Reskrim Polresta Sleman Ipda Hanif Aqiel Rastoma, menjelaskan para pelaku melakukan aksinya secara acak di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), terutama di wilayah barat Sleman.

“Ketika mereka tahu di sekolah itu ada CCTV, mereka cabut DVR-nya atau menggeser kamera agar tidak terekam. Itu bentuk pengamanan bagi mereka sendiri,” ujar Ipda Hanif dalam konferensi pers di Mapolresta Sleman, Kamis (23/10/2025). 

BACA JUGA : Gasak 31 Proyektor di 15 TKP, Polresta Sleman Bekuk Komplotan Pencuri Spesialis Sekolah

BACA JUGA : Empat Kali Masuk Bui, Residivis di Sleman Kembali Ditangkap karena Curi Motor

Menurutnya, pengamatan terhadap lokasi tidak dilakukan dalam waktu lama. Setelah menilai kondisi keamanan sekolah cukup rentan, para pelaku langsung beraksi pada malam hari menggunakan obeng sebagai alat utama untuk mencongkel pintu ruangan.

“Biasanya malam sebelumnya mereka lihat situasi, lalu malam itu juga langsung beraksi. Mereka berdua atau bertiga naik motor. Salah satu menunggu di luar,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku memilih proyektor sebagai target utama karena barang tersebut mudah dibawa dan lebih cepat dijual dibanding perangkat elektronik lain.

“Mereka beralasan proyektor relatif aman dan gampang dijual. Tapi untuk otak utamanya masih kami dalami,” tambah Hanif.

BACA JUGA : Residivis Pencurian Bermodus Ganjal ATM di Bugisan, Dua Dari Empat Tersangka Diamankan

BACA JUGA : Terdesak Ekonomi, Pemuda di Sedayu Nekat Curi Laptop Tetangga Kos

Selain beraksi di 15 sekolah wilayah Sleman, para pelaku juga mengaku sempat melakukan pencurian di luar wilayah hukum Polresta Sleman, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, meski tidak mengingat lokasi pasti karena dilakukan secara acak.

Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Matheus Wiwit menambahkan, ketiga pelaku masing-masing berasal dari Bogor dan Bandung, Jawa Barat, dan tinggal di rumah kontrakan di wilayah Salam, Magelang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: