Satpol PP Kota Yogyakarta Siagakan Tim Gabungan Tangani Gelandang dan Pengemis selama Ramadan

Satpol PP Kota Yogyakarta Siagakan Tim Gabungan Tangani Gelandang dan Pengemis selama Ramadan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, bakal menindak tegas para gelandangan dan pengemis jelang Ramadan di sejumlah titik rawan Kota Yogyakarta. --Foto: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Tim Operasi Gabungan bakal disiagakan di sejumlah titik Kota Yogyakarta untuk mengatasi maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) selama bulan Ramadan.

Tim operasi gabungan yang diterjunkan diantaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Polresta Yogyakarta, Kodim, Dinas Sosial, dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, mengatakan  penerjunan operasi gabungan untuk melihat apakah kegiatan tersebut berpotensi terhadap tindak kriminal.

"Nantinya lebih lanjut akan dilaksanakan operasi gabungan. Biasanya, ini operasi gabungan antara Polresta yang mengajak Kodim dan juga dari Satpol PP," ujarnya di Ruang Yudhistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (27/2/2025).

Menurutnya, fenomena gepeng tersebut tak hanya terjadi di Kota Yogyakarta, namun hampir di seluruh daerah di Indonesia. Pasalnya, Ramadan dinilai bulan sedekah, sehingga mereka mendatangi sejumlah titik untuk mendapatkan belas kasihan warga. 

BACA JUGA : Ajak Satpol PP dan Dinas Terkait, Hasto Wardoyo Segera Tangani Sampah Kota Yogyakarta

BACA JUGA : Pembuang Sampah Liar Masih Berkeliaran, Satpol PP Kota Yogyakarta Akan Tingkatkan Operasi Yustisi

"Tren gelandangan dan pengemis, karena ini kan bulan banyak sedekah, jadi orang-orang kemudian berpikir mereka dari berbagai daerah, kira-kira mana ya titik-titik yang bisa didatangi, dan dari tahun ke tahun memang kalau tren dan peningkatannya sebenarnya tidak terlalu jauh," jelasnya.

Octo menyebutkan, Kota Yogyakarta menjadi tujuan yang menarik bagi para gepeng, karena dinilai masyarakatnya gemar dermawan dan berbagi. Bahkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan penangkapan manusia silver yang didominasi berasal dari luar daerah.

"Kebanyakan kalau yang ada di Jogja berasal dari luar wilayah Jogja. Dan ini setiap ada laporan yang masuk, pengaduan masyarakat ke kami, kami selalu siap untuk menindaklanjuti, dan kita kirimkan ke Camp Assessment Dinas Sosial DIY," tuturnya.

Titik Lokasi Pengamanan Gepeng di Kota Yogyakarta

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, menyebutkan sejumlah titik rawan yang menjadi target operasi para gepeng, diantaranya di area Stasiun Tugu Yogyakarta, kawasan Malioboro, area Kraton Yogyakarta, Masjid Gedhe Kauman, serta di kawasan Alun-alun Selatan. 

BACA JUGA : Nenek Pengemis Penyembur Pengunjung Malioboro Diamankan, Kini Sudah Ditangani Dinsos DIY

BACA JUGA : Sampah Menumpuk di Eks Teras Malioboro 2, Begini Tanggapan Sekda DIY

"Penanganan pengemis ini terangkum dalam Perda DIY, kami akan laksanakan kordinasi dengan Dinas Sosial DIY yang menampung para gepeng ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: