YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menginisiasi Gerakan Sekolah Bersih, sebuah program yang melibatkan seluruh satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
Program ini resmi diluncurkan di SMP Negeri 5 Yogyakarta oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Rabu (26/02/2025).
Gerakan Sekolah Bersih sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, dimana gerakan ini bertujuan agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter peserta didik dalam menerapkan pola hidup sehat, bersih, dan tertib.
"Dengan mengelola sampah secara baik, para siswa diharapkan memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kebersihan, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di masyarakat sekitar," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.
Kegiatan bersih-bersih serentak ini melibatkan 230 TK/RA, 165 SD/MI, 66 SMP/MTs, dan 73 SMA/SMK/MA di seluruh Kota Yogyakarta. Selain itu, masyarakat sekitar sekolah juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan koordinasi bersama kelurahan setempat. Hal ini bertujuan untuk membangun budaya kebersihan yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di lingkungan sekitar.
"Sebagai tindak lanjut dari program ini, sekolah-sekolah akan melaksanakan berbagai kegiatan, seperti kerja bakti rutin, lomba kebersihan sekolah, dan lomba konten kreatif bertema kebersihan," jelasnya.
Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan semakin banyak inovasi yang muncul dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan sehat.
Dalam pengelolaan sampah, sekolah juga didorong untuk menerapkan sistem pengelolaan mandiri. Sampah organik akan diolah menjadi kompos atau melalui biopori, sementara sampah anorganik akan disalurkan ke bank sampah. Adapun sampah residu akan dikumpulkan oleh penggerobak sampah dan dikirim ke depo. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dengan adanya Gerakan Sekolah Bersih, Kota Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan.
"Program ini tidak hanya sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menanamkan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan kepada para siswa sejak dini," tandasnya.
Disdikpora DIY pun bakal memberikan surat kepada seluruh sekolah di DIY agar ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Pihaknya juga menginstruksikan sampah dari kegiatan sekolah bersih selanjutnya dikelola secara mandiri, dengan tiga langkah, diantaranya untuk sampah organik dikelola sendiri, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah, serta sampah residu ke penggerobak yang selanjutnya dikirim ke depo.