Mulai Tahun ini, Pemda DIY - BPS RI Kolaborasi Siapkan Sensus Ekonomi 2026

Mulai Tahun ini, Pemda DIY - BPS RI Kolaborasi Siapkan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti (kanan) bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri), Selasa (25/02) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, membahas sensus ekonomi 2026--Dok. Humas Pemda DIY

Amalia mengatakan, karena program ini, BPS merasa sangat perlu menggalang kolaborasi dengan berbagai pihak agar sensus ekonomi ini bisa sukses. Hal ini penting, karena sensus ekonomi ini akan menjadi potret ekonomi Indonesia yang sesungguhnya, secara menyeluruh.

“Ini juga akan menjadi potret ekonomi di daerah masing-masing, sehingga nanti ini akan sangat bermanfaat juga bagi kepala daerah, untuk bisa memanfaatkan hasil dari sensus ekonomi itu, untuk kebijakan-kebijakan ekonomi yang terkait,” tuturnya.

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional serta Sensus Ekonomi 2026 ini memang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan juga dari pemerintah daerah. BPS RI yang memiliki 34 kantor BPS di tingkat provinsi dan 514 kantor BPS di tingkat kabupaten kota ini, siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemda setempat.

BACA JUGA : Ketua KPPU: Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Perlu Dukungan IPU

BACA JUGA : 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia – AS, Kunci Awal Percepatan Perkembangan Ekonomi

Amalia mengatakan telah menerima dukungan dari Gubernur DIY terkait dengan hal tersebut. Ia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan menyampaikan dukungan penuh pada BPS untuk pelaksanaan Sensus 2026 dan Data Tunggal. BPS dan Pemda DIY akan terus bekerja sama untuk mengembangkan data dan statistik yang akurat dan dapat diandalkan untuk mendukung kebijakan ekonomi di daerah dan nasional.

“Tentunya kami siap terus berkolaborasi dengan seluruh jajaran Pemda di masing-masing lokasi. BPS berkomitmen ini untuk menghasilkan yang terbaik untuk bangsa, terutama dalam hal penyediaan data dan statistik,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: