Tim Tamansari UNY Merancang Aplikasi Rapel di Sekolah untuk Mengatasi Masalah Sampah

Tim Tamansari UNY Merancang Aplikasi Rapel di Sekolah untuk Mengatasi Masalah Sampah

Siswa SD Negeri 1 Tamansari Tampak Memilahan, Mengelola, dan Mendaurulangan Sampah Menggunakan Aplikasi Rapel di Sekolah-beritajogja.com-

BACA JUGA : Petani Milenial di Sleman Sukses Manfaatkan Teknologi Modern, Pemkab Berikan Apresiasi

BACA JUGA : Keterlibatan Masyarakat Lokal Memperkuat Ekonomi Kreatif Di Yogyakarta

Dalam kelas inklusif, guru kelas mempunyai peran masing-masing untuk menciptakan pelaksanaan pembelajaran inklusi secara optimal.

Sesuai dengan Panduan Pelaksanaan Inklusif oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, keterlibatan dan kolaborasi antara keduanya berperan penting untuk keberhasilan fasilitas yang layak, seperti desain kurikulum yang sesuai, proses pembelajaran baik di kelas, dan penilaian dalam pembelajaran.

Mega Setya Handayani menuturkan aplikasi RAPEL diperkenalkan sebagai solusi teknologi yang memungkinkan siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pemilahan, pengelolaan, dan pendaurulangan sampah.

Aplikasi RAPEL ini didesain untuk memudahkan pemahaman konsep lingkungan yang ramah dan berkelanjutan melalui pendekatan gamifikasi dan kolaborasi.

Pembelajaran ini juga dirancang untuk diterapkan di kelas inklusif, di mana keberagaman para siswa dengan berbagai latar belakang dan kemampuan diperhitungkan.

Pendekatan inklusif ini memastikan bahwa setiap siswa dapat ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan dukungan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kami memakai istilah pahlawan bumi dengan harapan bahwa peserta didik dapat berkontribusi nyata melalui langkah sederhana namun bermakna untuk menjaga lingkungan dengan perantara Aplikasi pengelola sampah Rapel,” papar Mega.

Peserta didik diberi penghargaan sebagai “Pahlawan Bumi” melalui aksi yang mereka lakukan bersama Guru kelas dan Guru Pendamping khusus di sekolah Inklusif.

BACA JUGA : Pilihan Kampus Calon Seniman, Berikut Berbagai Jurusan ISI Yogyakarta Beserta Biayanya

BACA JUGA : Prabowo Janjikan Swasembada Energi dalam 5 Tahun, Begini Kata Pengamat UGM

Pembelajaran IPAS terkait dengan pengelolaan sampah dalam pelaksanaannya menggunakan aplikasi RAPEL tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengembangkan keterampilan kolaborasi, tanggung jawab sosial, dan kemampuan siswa untuk berpikir kritis.

Hasil dari penerapan metode ini menunjukkan bahwa siswa lebih termotivasi untuk belajar tentang masalah linkungan dan lebih peduli terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ada di sekitar mereka.

Zulfa Aisyah Shubhiyah berharap kedepannya usaha ini bisa bermanfaat bagi semua. “Harapannya microteaching kami dapat menjadi salah satu sumber inspirasi pelaksanaan pembelajaran sekolah inklusif. Kami berharap pendidikan inklusif di Indonesia semakin meningkat dan merata kualitasnya,” ungkap Zulfa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: beritajogja.com