Lagi, Pantai Selatan Nyaris Membawa Korban, Kali Ini Seorang Bocah Asal Purworejo Terseret Ombak di Pantai Gla

Lagi, Pantai Selatan Nyaris Membawa Korban, Kali Ini Seorang Bocah Asal Purworejo Terseret Ombak di Pantai Gla

JOGJAKARTA (Disway Jogja) - Ombak besar pantai selatan DIY yang terus terjadi beberapa hari belakangan, nyaris membawa korban. Di Pantai Glagah Kulonprogo, seorang bocah SAJ (11), terseret gelombang saat tengah berlibur di kawasan wisata favorit di Kulonprogo itu.

Sebelum kejadian, warga Wono Tulus Purworejo ini, Jumat (6/5/2022) pagi-pagi sudah tiba di lokasi bersama keluarganya. Korban langsung berlari dan bermain air di pantai.

Tiba-tiba, selagi orangtuanya hendak menyusul ke air, datang gelombang besar yang langsung menyapu korban. Spontan mereka berteriak minta tolong.

Melihat kejadian ini, sejumlah tim SAR yang memang telah siaga langsung melakukan penyelamatan. Tak perlu waktu lama, tim SAR berhasil menjangkau korban dan membawanya kembali ke pantai.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah V Glagah Aris Widiatmoko kepada awak media menjelaskan, personelnya sebenarnya sudah terus memberikan peringatan kepada pengunjung agar tidak bermain di air. Sebab sejak Lebaran kemarin, gelombang tinggi mengancam bibir pantai di selatan Jawa.

"Tapi ramainya wisatawan terkadang ada saja yang lalai dan kurang memperhatikan imbauan kami. Syukur masih bisa kami selamatkan," katanya.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry menuturkan, usai berhasil dievakuasi ke daratan selanjutnya korban dibawa ke RS Rizki Amalia Temon untuk diberikan pertolongan medis.

"Sekarang kondisinya sudah membaik. Kami mengingatkan kembali, agar pengunjung pantai memperhatikan arahan petugas. Jangan sampai liburan bahagia menjadi bencana," tegasnya.

Aris menambahkan, berdasarkan informasi dari BMKG, gelombang tinggi masih akan mengancam pantai selatan Jawa dalam beberapa hari ke depan. Ia berharap, peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

"Ombak besar masih berpotensi terjadi dal beberapa hari ke depan. Antara 1 hingga 4 meter. Harus benar-benar waspada jangan sampai lengah. Kami akan terus tempatkan sejumlah personel di titik-titik rawan. Tapi kerjasama pengunjung juga sangat penting, yakni dengan mematuhi arahan kami," pintanya.

Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di Pantai Parangkusumo Bantul, Kamis (5/5/2022) sore. Dua orang pengunjung yang kebetulan bapak dan anak, juga terseret ombak besar di pantai sebelah barat Parangtritis ini.

Mereka adalah warga Klaten Jawa Tengah yang sedang menikmati liburan bersama keluarga.

Awalnya, sang anak BDS yang tergulung ombak. Tapi ayahnya Noviar yang bermaksud memberikan pertolongan justru ikut terserat arus balik ombak Parangkusumo.

Beruntung, kesigapan petugas SAR Gabungan yang bertugas di Pantai Parangkusumo berhasil menyelamatkan dan membawa mereka kembali ke pantai. (wrj)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: