Wayang Kulit di Mata Tom Lee Seorang Seniman Amerika Serikat, Medium Kuat untuk Menghubungkan Manusia
Wayang bukan sekadar seni pertunjukan tradisional bagi Tom Lee, seniman boneka internasional asal Amerika Serikat. Di balik boneka, gerak, cerita, dan panggung, ia melihat sebuah medium yang sejak berabad-abad lalu menjadi cara manusia berkomunikasi dan m--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id – Wayang kulit bukan sekadar seni pertunjukan tradisional bagi Tom Lee, seniman boneka internasional asal Amerika Serikat. Di balik wayang kulit, gerak, cerita, dan panggung, Tom melihat sebuah medium yang sejak berabad-abad lalu menjadi cara manusia berkomunikasi dan membangun hubungan.
Tom Lee dari Yara Arts Group mengaku mengagumi kekayaan seni pertunjukan boneka klasik Indonesia, salah satunya wayang. Baginya, wayang kulit merupakan bagian dari tradisi teater boneka yang telah berkembang di berbagai belahan dunia.
Hal itu disampaikan Tom Lee kepada media di Artotel, Sleman, Jumat (2/10/2026), dirinya berada di Yogyakarta untuk mengikuti Pesta Boneka #10 yang diselenggarakan Papermoon Puppet Theatre.
“Format teater boneka sendiri, wayang kulit adalah bagian dari sebenarnya dunia teater boneka itu sendiri. Itu adalah format seni kuno di seluruh belahan dunia manapun,” ujar Tom.
BACA JUGA : Sering Turun Kabut, Wayang Windu Panenjoan Jadi Spot Healing Paling Syahdu di Pangalengan
BACA JUGA : Kirab Garuda Raksasa Warnai Festival Wayang Beber Pancasila di Kampung Pancasila Bantul
Menurutnya, sejak awal keberadaan wayang kulit tidak hanya ditujukan sebagai hiburan. Seni ini menjadi salah satu medium yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dengan sesamanya, bahkan dengan sesuatu yang berada di luar dirinya.
“Ini adalah salah satu medium yang mengajarkan manusia untuk berkomunikasi satu sama lain, untuk berkomunikasi dengan Tuhannya, dengan Dewa, dengan Alam,” katanya.
Tom melihat fungsi tersebut masih relevan hingga sekarang. Wayang, menurutnya, terus menjadi ruang bagi manusia untuk memahami hubungan dengan orang lain sekaligus memahami lingkungan dan kehidupan di sekitarnya.
“Bahkan mengajari manusia untuk memahami sesuatu yang ada di luar diri. Itu seni teater boneka secara umum, bahkan tradisi dimanapun itu dipakai untuk hal seperti itu,” tuturnya.
BACA JUGA : DIY Pusatnya Budaya, Wayang Cakruk Jadi Media Efektif Pembelajaran di SMPN 1 Minggir
BACA JUGA : Mengenal Tarot Wayang, Seni Ramalan Berbalut Budaya Jawa di Jogja
Relevan di Era Layar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

