Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Konsesi Perkebunan Karet PT LAJ, Geopix Soroti Perlindungan Habitat

Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Konsesi Perkebunan Karet PT LAJ, Geopix Soroti Perlindungan Habitat

Anak Gajah Mati. Seekor bayi gajah Sumatera ditemukan mati dan kemudian dikuburkan di kawasan konsesi perkebunan karet PT Lestari Asri Jaya (LAJ) di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi.--FOTO : Istimewa

YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Di tengah kabar kelahiran bayi gajah Sumatera bernama Ganesha di Taman Nasional Tesso Nilo, kabar duka datang dari Bentang Alam Bukit Tigapuluh, Jambi. Seekor bayi gajah Sumatera ditemukan mati dan kemudian dikuburkan di kawasan konsesi perkebunan karet PT Lestari Asri Jaya (LAJ) di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi.

Informasi tersebut disampaikan Geopix melalui rilis media yang diterima Diswayjogja, Kamis (1/10/2026). Berdasarkan informasi masyarakat yang dihimpun, bayi gajah tersebut dikuburkan sekitar tiga kilometer dari mess BU 4 Mandelang.

Kasus tersebut telah ditindaklanjuti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. Pada 25 Agustus 2026, petugas melakukan nekropsi dan mengambil sejumlah sampel organ tubuh untuk pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan terhadap Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) dinyatakan negatif. Sementara pemeriksaan toksikologi masih berlangsung. Penanganan serta penyelidikan hukum lebih lanjut telah diserahkan kepada Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera.

BACA JUGA : Pesona Bahari Spektakuler dan Konservasi Biota Laut di Bangsring Underwater Banyuwangi

BACA JUGA : Jalan Menurun dan Berkelok di Hutan Konservasi Playen Kembali Makan Korban, Pemotor Terlindas Truk Tronton

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, mengatakan kematian bayi gajah tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama karena lokasi kejadian berada di kawasan konsesi yang merupakan bagian dari habitat gajah Sumatera.

"Geopix sangat berduka atas kematian bayi gajah ini. Kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak terkait," kata Annisa dalam rilis tersebut.

Geopix juga mempertanyakan upaya perlindungan populasi gajah Sumatera di wilayah konsesi PT LAJ. Menurut Annisa, kematian satu bayi gajah semakin memperlihatkan ancaman terhadap keberlangsungan kelompok gajah di Bentang Alam Bukit Tigapuluh.

Ia menyebut kawasan tersebut menghadapi berbagai tekanan, antara lain perambahan habitat serta keberadaan jerat dan pagar listrik.

BACA JUGA : Wajah Baru Wisata Konservasi Solo Safari 2026 Penuh Adrenaline dan Edukasi, Berikut Informasi Selengkapnya

BACA JUGA : Pulau Komodo Terancam: Upaya Etno-Konservasi Jadi Kunci Selamatkan Reptil Purba dari Kepunahan

Geopix mengaku telah menyampaikan sejumlah laporan hasil pemantauan kepada Michelin Group sejak 2025. Laporan tersebut berisi peringatan mengenai pentingnya penyelamatan dan perlindungan populasi gajah Sumatera yang berada di areal konsesi, khususnya kawasan Wildlife Conservation Area (WCA).

Laporan pemantauan itu, menurut Geopix, juga telah disampaikan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dan Menteri Kehutanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: