Hari Batik Nasional 2026, Nyawiji Lurik-Ciprat Satukan Beragam Teknik dalam Satu Karya

Hari Batik Nasional 2026, Nyawiji Lurik-Ciprat Satukan Beragam Teknik dalam Satu Karya

Canting cetak dari bahan bekas ramah lingkungan untuk buat motif lurik karya guru dan siswa MTSn 8 Sleman untuk menyambut Hari Batik Nasional--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id — Setiap 2 Oktober Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Tanggal tersebut bukan sekadar penanda untuk mengenakan pakaian batik, tetapi berkaitan dengan pengakuan dunia terhadap batik Indonesia sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.

Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional bermula dari pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pengakuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pemerintah menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009. Dalam Keppres tersebut, pemerintah menyebut penetapan itu diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi dan mengembangkan batik Indonesia.

Keppres yang ditetapkan pada 17 November 2009 itu juga menegaskan bahwa Hari Batik Nasional bukan merupakan hari libur.

Momentum tersebut kemudian diperingati dengan beragam cara, termasuk melalui pengembangan karya batik di lingkungan pendidikan. Salah satunya dilakukan MTsN 8 Sleman yang tahun ini mengusung konsep “Nyawiji” melalui perpaduan lurik dan batik ciprat.

BACA JUGA : Mengenal Motif Batik Nyawiji Lurik Ciprat Sirip Ikan , Kreasi Baru Batik 2026

BACA JUGA : Sampel Abu Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Diuji Labfor, Polisi Masih Selidiki Penyebab

Sebagai madrasah keterampilan yang memiliki bidang batik, MTsN 8 Sleman tidak hanya memperingati Hari Batik Nasional dengan mengenakan batik. Madrasah tersebut menjadikan momentum 2 Oktober sebagai kesempatan untuk mengembangkan karya baru sekaligus mengenalkan proses kreatif batik kepada siswa dan warga madrasah.

Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, mengatakan tema yang diusung tahun ini menekankan semangat kebersamaan dan menyatukan perbedaan melalui sebuah karya batik.

"Jadi sudah semestinya di setiap tanggal 2 Oktober kami memperingati Hari Batik Nasional. Tema pada tahun ini menggunakan tema Nyawiji, menyatu dalam satu karya, satu rasa, satu semangat, satu cita-cita untuk menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara," ujar Agus kepada diswayjogja, Kamis (1/10/2026)

Menurutnya, tema tersebut sekaligus menjadi identitas karya batik MTsN 8 Sleman pada 2026. Beragam warna, corak dan motif yang dihasilkan tidak dibuat seragam, tetapi justru menunjukkan keberagaman yang tetap disatukan dalam satu semangat.

BACA JUGA : Angkat Kekayaan Nusantara, Pameran Meneroka Bawa Batik ke Dimensi Baru

BACA JUGA : Menjelajah Keindahan Kota Batik ini Destinasi Wisata Pilihan di Pekalongan untuk Melepas Penat

"Jadi meskipun berbeda-beda tetap nyawiji dengan semangat, tekad dan cita-cita untuk menumbuhkan kecintaan terhadap batik Nusantara," katanya.

Pada tahun ini, MTsN 8 Sleman mengembangkan varian dengan memadukan teknik lurik dan ciprat. Proses pembuatannya juga menggabungkan beberapa teknik, yakni cap, ciprat dan canting.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: