Menarik dan Seru, Biasanya Melihat Siswa Tampil, Kini Kepala, Guru dan Karyawan MTsN 8 Sleman Jadi Model Batik

Menarik dan Seru, Biasanya Melihat Siswa Tampil, Kini Kepala, Guru dan Karyawan MTsN 8 Sleman Jadi Model Batik

Suasana berbeda terlihat dalam peringatan Hari Batik Nasional 2026 di MTsN 8 Sleman. Jika biasanya para siswa yang menjadi pusat perhatian dalam fashion show batik, kali ini giliran bapak-ibu guru dan pegawai yang berjalan di depan, memperagakan batik ka--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id – Suasana berbeda terlihat dalam peringatan Hari Batik Nasional 2026 di MTsN 8 Sleman, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Kamis (1/10/2026). Jika biasanya para siswa yang menjadi pusat perhatian dalam fashion show batik, kali ini giliran kepala Madrasah, bapak-ibu guru dan  kayawan yang berjalan di depan, memperagakan batik karya mereka sendiri.

Salah satu guru yang ikut tampil adalah Muflikhatun Nikmah, atau akrab disapa Miss Ika. Guru Bahasa Inggris MTsN 8 Sleman itu mengaku senang sekaligus bangga bisa ikut menjadi bagian dari fashion show yang digelar dalam rangka Hari Batik Nasional.

"Rasanya senang, bangga. Karena biasanya kami itu sering melihat anak-anaknya yang tampil, sekarang bapak-ibu guru pegawainya yang tampil. Jadi punya rasa bangga tersendiri ikut fashion show di acara Hari Batik 2026," ujar Miss Ika.

Bagi Miss Ika, tampil di depan siswa bukan perkara mudah. Sebab, para guru terbiasa berada di posisi yang mengamati dan mendampingi siswa, bukan menjadi orang yang berjalan di atas panggung untuk memperagakan busana.

BACA JUGA : Fashion on the Street Prawirotaman Ramaikan Kampung Bule, Batik Milenial Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

BACA JUGA : Hadirkan Batik Salem Brebes di Jogja Fashion Week 2026, Bupati Paramitha Tampil Memukau Sepanjang Catwalk

Ia pun mengakui sempat merasa kaku karena tidak terbiasa tampil dalam fashion show. Namun, kesempatan tersebut tetap dijalani dengan berusaha tampil maksimal.

"Betul sekali, karena kemarin juga ada gladi sebenarnya, cuma saya tidak bisa ikut karena suatu hal. Tapi saya berusaha untuk tampil maksimal, supaya anak-anak juga senang melihat bapak-ibu bergaya sesuai dengan kemampuannya masing-masing," katanya.

Dalam penampilannya, Miss Ika memilih gaya berbentuk hati atau love. Baginya, pilihan gaya tersebut bukan sekadar gerakan ketika memperagakan busana, tetapi memiliki makna tersendiri sebagai seorang guru.

"Saya biasanya gaya love. Karena dengan mencintai anak-anak kita, kita mengajarnya jadi enak," ungkapnya.

BACA JUGA : Fashion Jogja Didorong Tembus Pasar Global, JFW 2026 Libatkan 164 Desainer dan 114 Model

BACA JUGA : Fashion On The Street 2026 Usung Batik Kontemporer, Libatkan Pembatik Muda hingga Desainer Internasional

Menurut Miss Ika, meskipun para guru terlihat sedikit kaku ketika tampil, respons para siswa justru menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tepuk tangan dan antusiasme siswa memberikan apresiasi tersendiri bagi para guru yang berani tampil di depan mereka.

"Walaupun bapak-ibu, termasuk saya, gayanya juga agak kaku-kaku gimana, tapi bisa dilihat tadi anak-anak euforianya, semangatnya memberi tepuk tangan apresiasi kepada bapak-ibu guru," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: