Mas Jabling, Relawan SAR di Cangkringan Lereng Merapi Yang Harus Selalu Siap Saat Dibutuhkan

Mas Jabling, Relawan SAR di Cangkringan Lereng Merapi Yang Harus Selalu Siap Saat Dibutuhkan

Kesiapsiagaan itu bukan sekadar teori. Dalam situasi tertentu, relawan harus berhadapan dengan kondisi yang tidak mudah, termasuk ketika menangani korban meninggal dunia.--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

"Terus sampai tiga hari, cuma suaranya seperti gemericik air," katanya.

Korban yang ditemukan dalam operasi tersebut akhirnya diketahui telah meninggal dunia. Namun ketika proses evakuasi dilakukan, Anang merasakan sesuatu yang menurutnya sulit dijelaskan.

Menurutnya, setelah korban berhasil dievakuasi, terdengar ucapan yang sangat singkat.

"Cuma bilang, 'Terima kasih, Mas'. Cuma itu. Kok langsung enteng," kenangnya.

Bagi orang lain, kisah tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Anang, pengalaman itu menjadi salah satu bagian paling kuat dari perjalanan panjangnya sebagai relawan.

Siap Sebelum Dibutuhkan

Menjadi relawan di wilayah KRB membuat kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Setiap saat, situasi bisa berubah dan kebutuhan pertolongan dapat datang tanpa banyak waktu untuk bersiap.

Karena itu, bagi Mas Jabling dan rekan-rekannya, latihan, komunikasi, kekompakan serta kesiapan menghadapi kondisi terburuk menjadi bekal yang harus terus dipelihara.

Jumlah personel yang stand by memang terbatas. Tetapi ketika operasi besar membutuhkan tenaga tambahan, jaringan relawan dapat digerakkan bersama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: