Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 2.000 Meter
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah hulu Kali Boyong pada Rabu (8/7/2026). BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi kawasan bahaya dan tetap mematuhi rekomendasi resmi karena status Merapi masih Level III Siaga.--dok. Induk Frekom 86
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.
“Selain itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi,” jelas Agus.
BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Warga Lereng Sudah Paham Risiko, Wisatawan Sebaiknya Jangan Mendaki Merapi
BACA JUGA : Soal Pendakian Gunung Merapi, BPPTKG: Rekomendasi Tetap Sama, Jangan Beraktivitas di Daerah Bahaya
BPPTKG menegaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan suplai magma ke Gunung Merapi masih terus berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan potensi bahaya.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," imbuhnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana, mewaspadai ancaman lahar maupun awan panas terutama saat turun hujan di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi dampak abu vulkanik apabila terjadi erupsi.
BPPTKG menegaskan, apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan, evaluasi terhadap status Gunung Merapi akan segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




