Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Sore Ini, Ini Penjelasan BPPTKG
Gunung Merapi dalam visual berkabut, kembali mengalami awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) sore. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi kawasan rawan bencana dan tetap mematuhi rekomendasi resmi karena status Merapi masih Level III Siaga.--dok. BPPTKG
Agus menegaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
BACA JUGA : Aktvitas Vulkanik Merapi Belum Reda, Awan Panas Terjadi 7 Kali dalam Sepekan
BACA JUGA : Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Awan Panas Guguran Terpantau Beruntun Empat Kali
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” jelasnya.
BPPTKG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran saat hujan turun di sekitar Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” pungkas Agus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

