Soal Manuskrip Keraton Yogyakarta di British Library, GKR Mangkubumi: Bisa Dibahas Nanti
GKR Mangkubumi membuka peluang pembahasan manuskrip Keraton Yogyakarta dengan Inggris, Rabu (8/4/2026). Meski belum dibahas, isu ini berpotensi masuk agenda kerja sama selanjutnya.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Penghageng Kawedanan Ageng Punakawan Datu Dono Suyoso, GKR Mangkubumi, membuka peluang pembahasan lanjutan terkait manuskrip Keraton Yogyakarta dalam kerja sama dengan Pemerintah Inggris.
Hal tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Stasiun Yogyakarta, Rabu (8/4/2026).
Namun, dalam pertemuan kali ini, pembahasan masih difokuskan pada sektor transportasi dan penataan kawasan.
“Tadi belum sempat ngobrol seperti itu. Beliau singkat, jadi hanya membahas soal transportasi dan stasiun,” ujar Putri Kraton Yogyakarta.
BACA JUGA : GKR Bendara: Keraton Yogyakarta Genjot Konten Budaya Masuk Data AI dan Algoritma Medsos
BACA JUGA : Keraton Yogyakarta Dorong Generasi Muda Hiasi Media Sosial dengan Budaya Nusantara
Meski belum dibahas secara detail, GKR Mangkubumi tidak menutup kemungkinan isu pengembalian benda budaya, termasuk manuskrip Keraton, akan menjadi topik dalam pertemuan berikutnya.
“Ada kemungkinan obrolannya ke arah sana, nanti pertemuan berikutnya,” tuturnya.
Diketahui, sejumlah manuskrip milik Keraton Yogyakarta saat ini berada di luar negeri, termasuk di British Library, yang berkaitan dengan peristiwa sejarah Geger Sepehi.
Keraton Yogyakarta sendiri telah melakukan berbagai upaya pelestarian melalui digitalisasi manuskrip sejak 2010, bekerja sama dengan Universität Leipzig.
BACA JUGA : Ribuan Pamong Ikut Kirab Hasil Bumi, Wisatawan Padati Malioboro dan Keraton Yogyakarta
BACA JUGA : Serat Kekancingan dari Keraton Jogja Diserahkan, Ribuan Tanah Sultan di Gunungkidul Dilegalkan
Kemudian pada 2018, British Library memulai digitalisasi manuskrip koleksi Keraton yang sebelumnya dibawa ke Inggris. Setahun berselang, sebanyak 75 manuskrip digital berhasil dikembalikan dalam bentuk salinan digital.
Selain manuskrip, digitalisasi juga dilakukan pada koleksi seni pertunjukan seperti wayang, gendhing, hingga beksan melalui lembaga internal Keraton.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: