Gerilya Sosial Selama Ramadan, Ndasmumet Brebes Tebar Manfaat Bagi Tukang Becak Hingga Kaum Dhuafa

Gerilya Sosial Selama Ramadan, Ndasmumet Brebes Tebar Manfaat Bagi Tukang Becak Hingga Kaum Dhuafa

BERBAGI - Komunitas Ndasmumet menggelar Gerilya Sosial selama ramadan dengan berbagi dari jalur Pantura Kaligangsa hingga Bulakamba.-ISTIMEWA-

BREBES, diswayjogja.id - Momentum bulan ramadan, menjadi waktu yang tepat melakukan Gerilya Sosial dari jalur Pantura Kaligangsa hingga Bulakamba dengan berbagi dan menebar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen tersebut, diwujudkan Komunitas Ndasmumet Brebes dengan menggelar blusukan selama bulan Ramadan untuk memberikan makanan bagi masyarakat kurang beruntung.

Seperti, tukang becak, pengamen, juru parkir, penjaga perlintasan, pemulung, musafir hingga tukang ojek yang setiap hari bergelut mencari nafkah di tengah bising dan padatnya jalanan Kabupaten Brebes.

Gerakan sunyi senyap namun bermanfaat, menjadi agenda rutin setiap sore menjelang buka puasa pada hari senin, kamis dan jum'at selama bulan Ramadhan 1447 H dengan menyusuri berbagai penjuru jalanan.

Langkah sederhana sedikit tapi tulus ikhlas, anggota Komunitas Ndasmumet kompak membagikan makanan kepada para kaum dhuafa, yang sering luput dari perhatian kemewahan.

BACA JUGA : Dari Banda Aceh ke New Zealand: Wisudawan UGM IPK 3,96 Berbagi Rahasia Sukses dan Pengalaman Nyata

BACA JUGA : Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim, Wujud Energi Ramadan Penuh Harapan

Sebab, sasaran mereka bukan sekadar angka tapi berusaha hadir dan memberikan manfaat bagi para pejuang nafkah untuk keluarganya di setiap sudut jalan dengan berbagi makanan hingga 500 sasaran.

Koordinator Program Gerilya Sosial Ramadan Komunitas Ndasmumet Brebes Heru Herman didampingi Darisman Ebet menjelaskan, kegiatan berbagi selama Ramadan menjadi wujud bakti nyata komunitas yang sudah menjadi agenda tahunan.

"Bagi warga penerima, nasi kotak yang kami bagikan bukak sekedar makanan. Tapi, menjadi harapan, perhatian serta wujud ikhtiar kami bersama untuk hadir sekedar berbagi dengan sesama," ungkapnya, Selasa (17/3) sore.

Sesuai dengan filosofi Komunitas, lanjut Heru Herman, Ndasmumet bukan sekedar nama tapi menyimpan makna mendalam. Yakni, NDASMUMET berarti kepala yang penuh beban, semakin tinggi kemumetan seseorang semakin kuat menerima kenyataan didunia, mumet tingkat makrifat sudah paling mumet.

"Sehingga pesan moral yang ingin kami sampaikan, Jika hidup sama-sama berat, maka jangan saling menjatuhkan. Justru saling menguatkan," terangnya.

BACA JUGA : Mensos Pastikan Korban Aksi Demonstrasi Dapat Santunan dan Rehabilitasi Sosial

BACA JUGA : Rumah Hampir Roboh, Warga Rongkop Gunungkidul Akhirnya Dapat Bantuan Pembangunan Rumah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: