Mudik Lebaran, Puskesmas Rawat Inap di Sleman Siaga 24 Jam
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Cahya Purnama menyampaikan kesiapsiagaan layanan kesehatan saat jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BACA JUGA : Jelang Lebaran 2026, Pemda DIY Jamin Pasokan Pangan Aman dan Harga Stabil
BACA JUGA : BPBD Sleman Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026
Selain itu, puskesmas juga diminta menyiapkan layanan pertolongan pertama pada penyakit dan kecelakaan guna menghadapi potensi kondisi darurat selama masa mudik.
Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga menyiapkan sistem rujukan kegawatdaruratan.
Seluruh rumah sakit di wilayah Sleman ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan jika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya pemantauan terhadap kelompok masyarakat yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi, salah satunya ibu hamil dengan risiko tinggi.
“Kami juga meminta puskesmas melakukan identifikasi ibu hamil risiko tinggi, terutama yang memiliki perkiraan hari lahir pada rentang 18 hingga 24 Maret 2026, agar dapat dilakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kegawatdaruratan maternal selama periode libur Lebaran.
BACA JUGA : Motis Lebaran 2026 Resmi Dibuka, KAI Daop 6 Layani Relasi Lempuyangan–Kampung Bandan
BACA JUGA : 8 Juta Mobilitas di DIY Lebaran 2026, Dishub Prediksi Tempel Lebih Padat dari Prambanan
Selain kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Sleman juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB), baik yang disebabkan oleh penyakit menular maupun keracunan makanan.
Selama masa libur Lebaran, mobilitas masyarakat yang tinggi sering kali diikuti dengan meningkatnya aktivitas konsumsi makanan di berbagai tempat umum.
Hal ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila tidak diimbangi dengan pengawasan sanitasi yang baik.
Karena itu, Dinas Kesehatan Sleman juga melakukan pemantauan terhadap sanitasi tempat usaha pangan olahan siap saji serta fasilitas umum lainnya.
Selain langkah kuratif, upaya promotif dan preventif juga diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan mudik maupun saat berkumpul bersama keluarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: