Jelang Ramadan 1447 H, Sri Sultan Ingatkan Risiko Inflasi Pangan di DIY
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan strategi pengendalian inflasi yang antisipatif menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H dalam HLM TPID DIY 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).--dok. Pemda DIY
“Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah Jawa dan berada di atas rata-rata nasional. Faktor pendorongnya antara lain kuatnya permintaan domestik, kenaikan UMP DIY sekitar 6,5 persen, pembangunan infrastruktur, peningkatan sektor pariwisata, serta pemulihan produktivitas pertanian pasca El Nino,” jelasnya.
Sudibyo menambahkan, tekanan inflasi meningkat menjelang Ramadan seiring naiknya konsumsi masyarakat dan perubahan struktur inflasi, khususnya pada komoditas hortikultura. Oleh karena itu, penguatan stabilisasi pasokan dan harga menjadi langkah utama antisipasi.
BACA JUGA : Disdag Catat Kenaikan Cabai Rawit hingga Ikan Bandeng, Stok Pangan Jogja Aman Jelang Lebaran
BACA JUGA : Cabai Rp90 Ribu dan Telur Rp30 Ribu Jelang Ramadan, DPRD DIY Desak Pemerintah Perkuat Operasi Pasar
Dia menekankan pentingnya komunikasi efektif dari hulu hingga hilir untuk menjaga ekspektasi masyarakat terkait produksi, distribusi, hingga pola konsumsi.
“Komoditas strategis penyumbang inflasi menjelang HBKN antara lain bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: