DIY Libatkan Kelurahan dan Posyandu Percepat Target Nol TBC
Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, menekankan peran kelurahan, Posyandu, dan PKK dalam memperkuat program penanggulangan TBC menuju target nol kasus.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BACA JUGA : Renovasi Stadion Mandala Krida Masih Bertahap, DPRD DIY Minta PSIM Bersabar
“Ngarso Dalem kemarin juga memberikan arahan untuk melibatkan kelurahan, Posyandu, dan PKK, karena di sanalah masyarakat yang paling mengetahui kondisi dan data di lapangan,” tuturnya.
Kolaborasi ini dilakukan bersamaan dengan upaya tracing kasus TBC di DIY.
Tracing menargetkan pasien yang telah terdiagnosis serta kontak eratnya, seperti anggota keluarga atau warga yang tinggal satu lingkungan dengan pasien.
Metode ini penting untuk memutus rantai penularan TBC, yang dapat berkembang jika daya tahan tubuh seseorang menurun.
Ia menambahkan, kuman TBC bisa berada dalam keadaan dorman atau tidur dalam tubuh orang sehat, namun akan aktif dan menimbulkan gejala jika sistem imun melemah.
Dengan melibatkan unsur lokal, pemerintah dapat melakukan skrining dan terapi pencegahan secara lebih efektif, sehingga penularan dapat ditekan lebih cepat.
BACA JUGA : CCTV Ungkap Dua Titik Pembakaran Tenda Polda DIY dalam Kericuhan Massa
BACA JUGA : Polda DIY Lakukan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Sleman
Pemerintah DIY menargetkan nol kasus TBC di wilayah tertentu sebagai bagian dari strategi eliminasi.
Program ini sejalan dengan target nasional 2030, di mana semua kasus harus terdeteksi, dikendalikan, dan pasien diberikan pengobatan lengkap.
Dengan mengintegrasikan peran kelurahan, Posyandu, dan PKK ke dalam sistem data kesehatan nasional, setiap temuan di lapangan dapat langsung menjadi dasar pengambilan kebijakan.
“Dengan dukungan perangkat wilayah dan lembaga masyarakat, kami optimistis target nol TBC bisa tercapai lebih cepat. Partisipasi masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan program ini,” ujarnya.
Upaya ini juga termasuk edukasi masyarakat tentang tanda-tanda TBC, pentingnya pemeriksaan rutin, dan kepatuhan terhadap pengobatan.
Dengan sistem kolaboratif, pemerintah berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat meningkat, sekaligus menekan angka penularan TBC secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: