Cold Storage 10 Ton Jaga Harga Ikan, Pendapatan Nelayan Bantul Lebih Stabil

Cold Storage 10 Ton Jaga Harga Ikan, Pendapatan Nelayan Bantul Lebih Stabil

Suasana kampung nelayan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Jumat (2/1/2025)--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

Melalui sistem penyimpanan dingin, hasil tangkapan tidak perlu segera dijual ketika harga pasar sedang rendah.

“Jika nanti hasil tangkapan masuk ke koperasi, tidak selalu langsung diekspor. Sistemnya cold storage, ikan bisa disimpan terlebih dahulu sambil menunggu harga pasar lebih baik. Misalnya hari ini harganya rendah, beberapa hari kemudian bisa naik, sehingga memberi margin bagi nelayan,” tuturnya. 

Ia menjelaskan bahwa skema penyimpanan dalam jumlah besar memungkinkan nelayan dan koperasi mengurangi frekuensi distribusi sekaligus menjaga kualitas ikan hingga menunggu waktu jual yang tepat.

“Jadi pengiriman tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup sekali dalam jumlah besar, lalu disimpan di sini. Transportasi jadi lebih efisien,” ujarnya.

Menurutnya, sistem penyimpanan dingin juga memberi ruang bagi pengelola untuk merespons fluktuasi permintaan pasar musiman. 

BACA JUGA : Jembatan Winongo Bantul Tergerus Sungai, BPBD Tutup Sementara dan Masyarakat Diminta Gunakan Jalur Alternatif

BACA JUGA : Bantul Diterjang Hujan Deras, BPBD Tindak Cepat Tangani Pohon Tumbang, Longsor, dan Jembatan Putus

Pada periode tertentu, seperti menjelang perayaan Imlek, stok dapat dilepas ketika harga berada pada tingkat yang lebih menguntungkan.

"Selain itu, saat permintaan meningkat, misalnya menjelang Imlek, stok sudah tersedia dan dapat dilepas ketika harga sedang baik,” jelasnya.

Lebih jauh, fasilitas cold storage tidak hanya menampung hasil tangkapan lokal, tetapi juga difungsikan sebagai simpul distribusi antarwilayah. 

Ketika harga ikan dari luar daerah lebih rendah, koperasi dapat membeli dalam jumlah lebih besar, menyimpannya, lalu mendistribusikannya kembali saat harga pasar naik.

“Sistem ini tidak hanya untuk konsumsi masyarakat Bantul dan DIY, tetapi juga sebagai pusat transit distribusi ikan. Ketika ada pasokan murah dari luar, bisa dibeli lebih banyak, disimpan, dan dikeluarkan saat harga naik. Dengan begitu, koperasi memperoleh margin usaha, dan manfaat cold storage benar-benar terasa bagi masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA : Bantul Diterjang Hujan Deras, BPBD Tindak Cepat Tangani Pohon Tumbang, Longsor, dan Jembatan Putus

BACA JUGA : 112 Titik Terdampak Cuaca Ekstrem di Bantul, Pohon Tumbang dan Gerakan Tanah Jadi Ancaman Utama

Dengan model pengelolaan tersebut, pemerintah daerah berharap cold storage mampu memperkuat posisi Bantul dalam rantai pasok perikanan, sekaligus memastikan nilai tambah ekonomi dirasakan oleh nelayan dan masyarakat pesisir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: