Bantul Masih Magnet Wisata, 1,8 Juta Kunjungan 2025 Meski Turun 28%
Wisatawan menikmati pemandangan di pandan simo, salah satu favorit akhir tahun, meski kunjungan 2025 turun 28% dibanding 2024--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
Fasilitas pendukung seperti akomodasi, transportasi, dan layanan wisata turut meningkatkan daya tarik daerah.
Untuk menjaga tren positif, Dinas Pariwisata Bantul melakukan sejumlah strategi.
Salah satunya memperkuat kerja sama dengan pelaku UMKM lokal, meningkatkan promosi digital, dan menyiapkan acara budaya serta festival yang mampu menarik wisatawan.
“Kami berharap tren kunjungan akan meningkat pada libur panjang berikutnya, terutama dengan persiapan acara budaya dan festival yang semakin menarik,” tuturnya.
Meski target tahunan belum sepenuhnya tercapai, posisi Bantul sebagai tujuan wisata masih kuat dibanding kabupaten lain di Yogyakarta.
BACA JUGA : Pertumbuhan Pariwisata Borobudur Meningkat Lewat Transformasi Program Borobudur Sunset
BACA JUGA : Bukti Nyata Lonjakan Kunjungan Pariwisata Pantai Dewaruci Purworejo, Simak Ulasan Selengkapnya Disini
Data ini juga menjadi acuan untuk merancang strategi promosi dan pengembangan destinasi di tahun 2026.
Dengan kombinasi data kunjungan, pendapatan, dan strategi pengembangan destinasi, Bantul tetap menjadi magnet wisata yang menarik minat wisatawan, sekaligus menjadi contoh manajemen pariwisata berbasis data.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: