Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dinas Pariwisata DIY Perketat SOP di Destinasi Berisiko

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dinas Pariwisata DIY Perketat SOP di Destinasi Berisiko

Kepala Dispar DIY, Imam Pratanadi, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (3/11/2025), menegaskan setiap pengelola destinasi telah meninjau ulang SOP keamanan, terutama di kawasan berisiko tinggi seperti pantai dan daerah perbukitan.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id

Imam menambahkan, destinasi wisata juga harus proaktif memberikan edukasi kepada wisatawan tentang area rawan dan langkah keselamatan yang perlu dipatuhi saat berkunjung.

Dalam hal pengembangan wisata, DIY saat ini masih mengandalkan daya tarik budaya, alam, serta desa wisata, sejalan dengan tema nasional wellness tourism dan sportourism yang diusung pada 2025–2026.

BACA JUGA :  Wisatawan Nikmati Malioboro Tanpa Kendaraan, Bikin Suasana Lebih Adem dan Nyaman

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Tetapkan 7 Titik Resmi untuk Pengamen di Malioboro, Tak Boleh Keliling Lagi

“Tema wellness dan sportourism kita perkuat dari sekarang, agar destinasi yang mendukung bisa dipersiapkan sejak awal,” terangnya.

Soal target, Imam menyebut wisatawan mancanegara masih terkendala situasi global, tetapi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) optimistis tercapai. 

“Kalau wisatawan mancanegara insyaallah targetnya aman. Wisatawan nusantara agak terganggu, tapi justru kualitasnya meningkat,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan jumlah kunjungan yang lebih terkendali, kualitas wisata di Yogyakarta meningkat karena wisatawan lebih lama tinggal dan memiliki tingkat pengeluaran lebih tinggi.

BACA JUGA : Festival Syariah Haya Fest 2025 Hadir di Yogyakarta, Tawarkan Gaya Hidup Halal dan Modern

BACA JUGA : Menoreh Tourism Festival 2025 Meriah, 22 Kontingen Tampilkan Budaya Nusantara di Kulon Progo

Hingga Agustus 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai sekitar 170 ribu orang, melampaui target tahunan RPJMD sebesar 150 ribu kunjungan.

“Indikator wisata berkualitas seperti spending dan length of stay justru meningkat ketika kunjungan tidak terlalu padat,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: