Percepat Penurunan Stunting di DIY, Sri Paduka Dukung Periode Pengasuhan HPK
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Advokasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengasuhan 1.000 HPK yang digelar Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY dalam rangka percepatan penurunan stunting di DIY.--Dok. Pemda DIY
Iqbal menyebut, hasil kajian ini kemudian akan dikompilasi dalam Bunga Rampai policy brief Implementasi Kebijakan Pengasuhan 1000 HPK di tingkat pusat, dan diseminasi akan dilakukan untuk memperkuat komitmen para pemangku kebijakan dalam mendukung pengasuhan optimal bagi anak-anak Indonesia, khususnya yang ada di DIY.
“Maka hari ini dengan adanya kebijakan yang kuat dan berbasis bukti, program pengasuhan 1000 HPK diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan terarah, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.
BACA JUGA : Guru Besar UGM Nilai Program MBG Tak Cukup Cegah Stunting
BACA JUGA : Angka Prevalensi Stunting di Yogyakarta Tiap Hari Kian Menurun, Tak Lepas dari Peran Masyarakat
Sebagai penguatan advokasi, dalam kegiatan kali ini, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY mendiseminasikan 3 hasil penelitian dosen Universitas Respati Yogyakarta yang diharapkan dapat menjadi suatu evident based bersama, bahwa percepatan penurunan stunting bukan lagi berbasis pada ‘katanya’, tetapi benar-benar pada evident based yang sudah ditemukan khususnya di DIY.
Tiga materi yang disampaikan, yakni berjudul Putus Rantai Gizi Buruk: Wasting jadi Stunting di Usia Kritis 6-24 Bulan oleh Dr. Delima Citra Dewi Gunawan,; Konsumsi Telur Fungsional Setiap Hari Meningkatkan Kadar Hemoglobin Anak Anemia oleh Muflih, dan Memahami Hambatan Praktek Pemberian Makanan Pendamping ASI oleh Rahayu Widaryanti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: