Rangkaian pembukaan pameran diawali dengan prosesi peresmian dan doa bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur pameran yang dipandu kurator dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Hanafi Husni.
Agenda tersebut ditutup dengan penanaman pohon di area museum. Aksi ini menjadi pengingat bahwa pengetahuan tentang lingkungan perlu disertai tindakan nyata untuk menjaga kelestariannya.
BACA JUGA:Eksplorasi Seni Tanah Liat, Museumku Gerabah Yogyakarta jadi Destinasi Unik
Pameran temporer tahunan ini diharapkan memperkuat peran Museum Gunungapi Merapi sebagai pusat pembelajaran yang mempertemukan berbagai bidang keilmuan. Dari geologi dan kebencanaan hingga sejarah, kebudayaan, serta pelestarian lingkungan, Merapi menyimpan banyak pelajaran yang relevan bagi kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, kunjungan ke museum bukan hanya kesempatan melihat koleksi, melainkan juga ruang untuk memahami bagaimana alam membentuk kehidupan manusia dan bagaimana manusia memiliki tanggung jawab untuk merawatnya.