HPV Menular Lewat Kontak Kulit dan Seksual, Dinkes Jogja: Kankernya Tidak Menular

Jumat 31-07-2026,12:53 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meluruskan pemahaman masyarakat mengenai Human Papillomavirus (HPV). Virus penyebab kanker serviks tersebut memang bersifat menular, namun penyakit kanker yang ditimbulkannya tidak menular dari satu orang ke orang lain.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu, menyebutkan bahwa yang dapat berpindah antarindividu adalah virus HPV, bukan kanker yang muncul akibat infeksi tersebut.

"Virusnya sendiri memang menular, tetapi kalau sudah berkembang menjadi kanker, kankernya itu sendiri tidak menular. Virus penyebabnya yang menular. Makanya infeksinya masuk kategori penyakit menular, sedangkan kankernya masuk Penyakit Tidak Menular (PTM)," ujar Endang di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, infeksi HPV dapat dicegah karena saat ini sudah tersedia vaksin yang terbukti aman dan efektif. Selain vaksinasi, deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA juga mulai dikembangkan meski belum tersedia secara merata di seluruh fasilitas kesehatan.

BACA JUGA : Hantavirus Diwaspadai di Jogja, Gunakan APD Saat Bersihkan Area Berisiko

BACA JUGA : Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Positif Hantavirus Sepanjang 2026, Ingatkan Bahaya Penularan dari Tikus

"Deteksi dini dengan HPV DNA sudah ada sebagai upaya pencegahan agar tidak berkembang menjadi kanker leher rahim. Namun saat ini kami masih menunggu ketersediaan reagen sehingga belum semua fasilitas kesehatan dapat melaksanakannya," katanya.

Endang menjelaskan, virus HPV dapat menular melalui kontak langsung pada kulit, jaringan mukosa, maupun hubungan seksual. Karena itu, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui vaksinasi, tetapi juga edukasi mengenai faktor risiko penularan.

"Penularannya bisa dari sentuhan langsung pada kulit, melalui jaringan mukosa, serta hubungan seksual. Karena itu kita melihat faktor-faktor risiko yang bisa menyebabkan penularan infeksi HPV agar dapat dicegah," jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini masyarakat sering menganggap HPV hanya berkaitan dengan perempuan karena identik dengan kanker serviks. Padahal, laki-laki juga berisiko mengalami penyakit akibat HPV seperti kanker anus, kanker penis hingga kanker orofaring.

BACA JUGA : Sempat Muncul Kasus Hantavirus di Jogja, Dinkes Minta Warga Tak Panik

BACA JUGA : Dinkes Jogja Pantau ISPA hingga ILI, Pastikan Belum Ada Indikasi Virus Nipah

"Laki-laki juga bisa menjadi carrier atau pembawa virus meskipun tidak mengalami sakit. Karena itu kebijakan global kini juga mengarah pada vaksinasi laki-laki," tuturnya.

Mulai Agustus 2026, Kota Yogyakarta akan melaksanakan imunisasi HPV bagi anak laki-laki usia 11 tahun atau siswa kelas 5 SD melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan Kementerian Kesehatan di tiga provinsi, termasuk DIY. Sebanyak 3.146 anak laki-laki di Kota Yogyakarta menjadi sasaran imunisasi tahun ini.

Kategori :