Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan parut kayu Badran Kidul menjadi bukti bahwa kualitas, ketelatenan, dan nilai budaya masih mampu menciptakan ruang tersendiri di pasar. Bagi para pengrajin, menjaga tradisi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah produksi.
BACA JUGA : Rekomendasi Pusat Oleh-Oleh Semarang Mulai Dari Kuliner Sampai Kerajinan Tangan
BACA JUGA : Warkop Perjuangan Catat Lonjakan Pengunjung Saat Buka Dapur Gratis Mahasiswa
"Saya tidak muluk-muluk. Yang penting kerajinan ini tetap ada dan bisa terus dilestarikan sebagai warisan leluhur," tutup Heni.