Becak Listrik Bertambah, Paguyuban Bentor Malioboro Minta 10 Titik Charging Station

Jumat 17-07-2026,08:37 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Transformasi becak motor (bentor) menjadi becak listrik di kawasan Malioboro terus berlanjut. Namun di balik program tersebut, para penarik becak berharap pemerintah segera menambah fasilitas pengisian daya (charging station) serta belum menerapkan sistem pemesanan secara daring (online) hingga seluruh anggota paguyuban mendapatkan becak listrik.

Ketua Paguyuban Bentor Yogyakarta, Parmin (60), mengatakan pada tahap terbaru paguyuban menerima 10 unit becak listrik yang seluruhnya diperuntukkan bagi pengemudi bentor.

"Dari kami sementara ini menerima 10 unit. Semuanya berasal dari bentor yang bertransformasi menjadi becak listrik," ungkap Parmin di sela penyerahan becak listrik di Alun-alun Selatan Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, saat ini masih terdapat sekitar 600 bentor yang beroperasi di Yogyakarta. Khusus di kawasan Malioboro, jumlahnya berkisar 100 hingga 200 unit, dan seluruhnya diharapkan dapat bertransformasi menjadi becak listrik secara bertahap.

BACA JUGA : Bentor Dihancurkan, Tukang Becak Senior ini Menangis saat Mengenang Perjuangannya

BACA JUGA : Puluhan Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Becak Malioboro Beralih ke Becak Listrik

"Rencananya mau pindah semua. Teman-teman yang belum mendapatkan bantuan saya minta sabar dan terus dikomunikasikan supaya tidak ada kecemburuan," katanya.

Meski mengaku puas dengan performa becak listrik, Parmin menyebut persoalan utama saat ini adalah keterbatasan fasilitas pengisian daya. Saat ini charging station baru tersedia di kawasan Parkir Ketandan.

"Kendalanya tempat cas. Sekarang baru ada satu di Ketandan. Harapan kami paling tidak ada 10 titik pengecasan di sepanjang Malioboro. Kalau nanti semua becak sudah listrik, antreannya pasti panjang," ujarnya.

Dia menilai keberadaan banyak titik pengisian daya akan mempermudah operasional para pengemudi ketika jumlah becak listrik terus bertambah.  Parmin juga menanggapi rencana integrasi becak listrik dengan sistem transportasi daring.

BACA JUGA :  Bentor Bakal Dihancurkan Bertahap, Pemkot Jogja Prioritaskan Becak Listrik di Malioboro

BACA JUGA :  Akses Wisata Jeron Beteng Dipermudah, Andong dan Becak Disiapkan di Senopati

Menurutnya, sebagian besar penarik becak belum siap menerima skema tersebut karena dikhawatirkan memicu persaingan tidak sehat di antara sesama pengemudi.

"Kalau sekarang saya pribadi dan teman-teman belum bisa menerima sistem online. Kasihan teman-teman yang belum mendapat becak listrik. Jangan sampai mereka kehilangan pendapatan," jelasnya.

Dia mencontohkan, apabila mendapatkan pesanan dari kawasan Hotel Melia melalui aplikasi, sementara di lokasi tersebut sudah ada penarik becak lain yang biasa mangkal, kondisi itu dinilai tidak etis.

Kategori :